Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KSOP Labuan Bajo Imbau Kapal Wisata Waspadai Gelombang Tinggi

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 22:53 WIB | Oleh:
KSOP Labuan Bajo Imbau Kapal Wisata Waspadai Gelombang Tinggi Doc: Antara

Labuan Bajo - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengimbau kapal wisata agar mewaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang serta menghindari pelayaran di perairan sisi selatan Pulau Padar, Komodo, dan Rinca Taman Nasional Komodo (TNK) pada 13-15 Februari 2025.

1739374510_205369fedbcd8a585a82.jpg

"Ini terkait dengan intensitas gelombang akibat sisa siklon di laut selatan," kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu malam.

Ia menjelaskan imbauan demi keselamatan pelayaran itu telah disampaikan kepada para nakhoda kapal wisata dalam Notice to Mariners (NtM) atau pemberitahuan kepada nakhoda kapal pada 12 Februari 2025.

Pemberitahuan itu disampaikan karena memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan pengamatan di lapangan terhadap kenaikan intensitas gelombang dan arus laut.

Lebih lanjut ia meminta nakhoda kapal wisata untuk melalui jalur pelayaran yang aman yakni perairan bagian utara Pulau Padar, Rinca, dan Komodo kawasan TNK pada 13-15 Februari 2025.

"Kepada para nakhoda agar memastikan kelaiklautan kapal dan berlindung apabila cuaca buruk dan melanjutkan pelayaran kembali setelah cuaca normal," katanya.

Ia juga mengimbau para nakhoda kapal wisata dan kapal lainnya untuk melaporkan dan berkoordinasi dengan KSOP Kelas III Labuan Bajo dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk.

Sebelumnya, KSOP Kelas III Labuan Bajo juga telah melarang kapal wisata berlayar ke Pulau Komodo, Pink Beach, dan Pulau Padar Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat selama 10-12 Februari 2025, karena cuaca buruk.

"Surat persetujuan berlayar (SPB) hanya diberikan dengan tujuan Rinca," kata Stephanus Risdiyanto.

Ia menjelaskan pembatasan pelayaran laut itu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca oleh BMKG dan menurut pengamatan di lapangan terhadap kenaikan intensitas gelombang, arus dan angin kencang yang terjadi, karena pengaruh siklon tropis bernama 96S di sisi laut selatan.

"Maka, perlu diberlakukan pembatasan daerah pelayaran guna keselamatan kapal," ujarnya.

Ia menjelaskan kapal wisata jenis open deck dilarang untuk berlayar di wilayah itu hingga cuaca dinilai membaik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp89.500/...

Indonesia Tertinggal 0-2 dari Tiongkok

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Tertinggal 0-2 da...

Atlet Angkat Besi Saatnya Unjuk Kekuatan di Asian Games

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.