Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali pada Senin Pagi

📅 Senin, 12 Okt 2026, 17:10 WIB | Oleh:
Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali pada Senin Pagi Doc: Magma Indonesia

JAKARTA - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Senin (12/10) pagi. Erupsi Gunung Semeru tersebut miliki tinggi kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan karena gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian mengatakan, erupsi terjadi pada pukul 06.19 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak. Atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Sigit dalam keterangannya seperti dilansir Antara, di Lumajang, Jawa Timur, Senin.

Ia menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya. Aktivitas erupsi tersebut, terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 110 detik.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik," ucap Sigit.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami tiga kali erupsi pada Senin, yakni pukul 01.45 WIB, 04.39 WIB, dan 06.19 WIB.

"Pada letusan pertama, visual erupsi tidak teramati. sedangkan dua letusan berikutnya tercatat memiliki tinggi kolom mencapai 900 meter di atas puncak," ucap dia.

Sigit menyampaikan bahwa Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi)," ujar Sigit. Ia juga mengingatkan adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar di sepanjang Besuk Kobokan.

Lalu, masyarakat juga diminta menjauhi area sempadan sungai yang berisiko terdampak material vulkanik. Tepatnya, tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

"Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas. Dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujar dia.

Selain itu, warga diminta menghindari aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar. Masyarakat juga harus mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sungai maupun lembah yang berhulu di puncak gunung.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

KPK Periksa Mantan Direktur Keuangan Bank BJB

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KPK Periksa Mantan Direktur...
Megapolitan
DPRD DKI Minta Jakpro Perku...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.