L’Oréal Rayakan 45 Tahun Kiprahnya di Indonesia
Minggu, 09 Feb 2025, 20:20 WIBJAKARTA - Perusahaan kecantikan LâOréal, tahun in merayakan 45 tahun perjalanannya di Indonesia. Sejak hadir di tanah air nama ini telah menjadi bagian penting dalam perkembangan industri kecantikan Indonesia dengan menghadirkan 21 merek-merek global, membangun pabrik terbesar di dunia, serta menghargai lingkungan, memberdayakan masyarakat.
Memperingati tonggak sejarah tersebut, LâOréal juga meluncurkan buku The Essentiality of Beauty. Buku ini berisi sebuah pandangan mendalam tentang bagaimana kecantikan menjadi elemen penting dalam kehidupan manusia, membawa dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
Presiden Direktur LâOréal Indonesia, Junaid Murtaza, mengatakan pihaknya berharap semangat buku The Essentiality of Beauty akan menginspirasi lebih banyak orang dan meningkatkan kesadaran akan peran penting industri kecantikan dalam kehidupan sehari-hari.
âKami bangga dengan kemitraan LâOréal selama 45 tahun dengan Indonesia dan berterima kasih atas dukungan dari seluruh karyawan, mitra pemerintah, dan pemangku kepentingan bisnis yang telah memungkinkan hal ini terjadi. Kami tetap optimis bahwa, bersama-sama, kita dapat terus menciptakan kecantikan yang menggerakkan Indonesia," ujar dia dalam acara 45 Tahun LâOréal Indonesia di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta pada hari Kamis (6/2).
Kecantikan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia â bukan hanya untuk dalam bentuk estetika, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi diri dan kepercayaan diri. Studi Jakpat pada tahun 2024 menunjukkan bahwa rata-rata seseorang menggunakan 4-5 produk makeup setiap hari, dengan 79 persen di antaranya merasa lebih percaya diri saat tampil di depan umum dengan riasan.
Sebesar 57 persen masyarakat Indonesia secara rutin mengalokasikan dana untuk perawatan rambut, sementara 96 perseb perempuan Indonesia menganggap perawatan kulit sebagai investasi. Memahami hal tersebut, LâOréal Indonesia terus mengutamakan wawasan lokal dalam riset dan inovasi merek dengan melibatkan lebih dari 26.000 konsumen dan 1.500 dermatolog di Indonesia.
LâOréal juga terus berkomitmen untuk mendukung masyarakat Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan komunitas selama lebih dari dua dekade. Program LâOréal-UNESCO For Women in Science telah memberikan penghargaan kepada 75 perempuan peneliti Indonesia selama lebih dari 21 tahun terakhir, selain itu program LâOréalâs Beauty for a Better Life dan Hairducation telah meningkatkan keterampilan lebih dari 5.600 perempuan rentan serta 2.800 siswa vokasi di seluruh Indonesia.Â
Keberlanjutan juga menjadi prioritas utama bagi LâOréal. Di Indonesia, LâOréal berhasil mencapai 100 persen energi terbarukan di seluruh lokasi operasionalnya pada akhir tahun 2023 serta telah mengumpulkan dan mendaur ulang lebih dari 300 ton limbah pasca-konsumen dalam setahun terakhir.
Perusahaan juga telah meningkatkan nilai keberlanjutan dalam produknya, seperti parfum Libre dari YSL Beauty yang menggunakan minyak nilam yang berasal dari Ladongi, Sulawesi, pewarna rambut LâOréal Professionnel iNOA yang menggunakan 100 persen formula berbahan dasar vegan, serta botol Garnier Micellar Water yang terbuat dari 100 persen plastik daur ulang.
Fabien Penone, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, menyampaikan, kehadiran LâOréal di Indonesia mencerminkan kemitraan ekonomi dan inovasi yang telah terjalin erat antara Prancis dan Indonesia sejak tahun 1950-an. Selama 45 tahun terakhir, LâOréal Indonesia telah berkontribusi dalam pembangunan ekonomi, inovasi teknologi, serta memberikan dampak positif bagi hampir 1 juta orang di seluruh Indonesia melalui berbagai program sosial.
âKami berharap LâOréal Indonesia terus membawa perubahan positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis,â ujar dia pada kesempatan tersebut.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Laporan Statista pada tahun 2023 menyebutkan, industri kecantikan di Indonesia tumbuh pesat dengan perkiraan nilai pasar mencapai 146 triliun pada tahun 2024 dengan estimasi 100.400 salon, 5.000 barbershop dan 3,97 juta unit ritel mendistribusikan produk kecantikan dan perawatan pribadi di Indonesia. Angka ini mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pasar kecantikan paling potensial di dunia dan besarnya peluang pengembangan industri di masa depan.Â
Junaid menyampaikan, dengan komitmen untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan Indonesia, LâOréal telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan industri kecantikan dan kemajuan sosial-ekonomi di Indonesia selama 45 tahun.
Studi yang dilakukan oleh Asterès menunjukkan bahwa setiap satu pekerjaan penuh waktu di LâOréal Indonesia mampu menciptakan 27,8 lapangan kerja di ekosistem terkait data ini 5 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri di Indonesia. Secara total, operasi bisnis LOréal turut berkontribusi membuka 26.884 lapangan pekerjaan di perekonomian Indonesia.âÂ
Pabrik Yasulor di Bekasi yang berdiri sejak tahun 1986, merupakan bukti investasi jangka panjang LâOréal di Indonesia. Sebagai fasilitas produksi terbesar LâOréal di dunia dan pusat produksi Halal bagi Grup, Yasulor mengekspor lebih dari 60 persen produksinya ke 20 negara, menjadikan LâOréal sebagai bisnis Net Eksportir di Indonesia.Â
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, menyampaikan L'Oréal adalah salah satu perusahaan multinasional yang âIndonesia Bangetâ. Selama 45 tahun beroperasi di Indonesia, L'Oréal telah memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat, serta memperluas ekspor ke 20 negara sambil terus mendukung rantai pasok industri, Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong produksi dalam negeri dan ekspor.
âKami mengapresiasi inovasi yang dilakukan L'Oréal, mulai dari pendirian pusat riset, penyediaan berbagai pelatihan, hingga memproduksi berbagai macam produk kecantikan. L'Oréal, selama 45 tahun, kecantikan bukanlah sesuatu yang eksklusif, tetapi inklusif,â ucapnya.
Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi kontribusi L'Oréal dan industri kecantikan khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan, mendukung ekonomi lokal dan UMKM. Selain itu ia mendukung pemanfaatan nilam sebagai bahan parfum kelas dunia dan berharap semakin banyak perusahaan kecantikan yang menggunakan sumber daya alam Indonesia untuk menciptakan produk kecantikan yang mendunia.
Wakil Menteri Perindustrian, Republik Indonesia Faisol Riza, juga menyampaikan industri manufaktur terus menunjukkan perkembangan yang pesat. Berdasarkan laporan Purchasing Managersâ Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencapai level 51,9 pada Januari 2025. Angka ini merupakan capaian tertinggi sejak Juni 2024.
âHal ini mencerminkan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam sektor manufaktur. Keberhasilan industri manufacture ini tidak terlepas dari kontribusi sektor kosmetik, yang didorong oleh perkembangan pesat industri kecantikan di Indonesia,â kata dia.Â
Ia memberi apresiasi kepada L'Oréal atas kontribusinya dalam industri manufaktur melalui PT Yasulor di Cikarang hingga proses komersial di Jakarta. Selain itu, juga mengapresiasi komitmen L'Oréal dalam menghadirkan pabrik bersertifikasi halal, yang mencerminkan peran mereka tidak hanya dalam mempercantik, tetapi juga dalam mendukung masyarakat secara lebih luas.
- L’Oréal
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.