Unika Atma Jaya Perkuat Kontribusi Teknologi dan Ekonomi
Jumat, 07 Feb 2025, 18:26 WIBJAKARTA - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya berkomitmen memperkuat kontribusi akademik dalam teknologi dan ekonomi. Hal tersebut diwujudkam salah satunya dengan melantik dua guru besar yaitu Prof. Ir. Ronald Sukwadi, S.T., M.M., Ph.D., IPU. sebagai Guru Besar bidang Teknik Industri dari Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi, serta Prof. Rosdiana Sijabat, S.E., M.Si., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Bisnis dari Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi.
Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana, mengapresiasi capaian kedua guru besar tersebut. Pihaknya juga mendorong para calon Guru Besar untuk mengakselerasi proses setiap karya melalui penguatan komitmen, sikap kepedulian, dan keunggulan untuk âTuhan dan Tanah Airâ sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi
"Pencapaian ini merupakan kebanggaan bagi institusi dan merupakan komitmen komunitas Unika Atma Jaya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitasâ ujar Rektor Unika Atmajaya, Yuda Turana.
Prof. Ronald dalam orasinya membahas mengenai transformasi industri manufaktur cerdas pada Industri 4.0 guna meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi melalui metode Design for Smart Quality (DFSQ). Proses manufaktur cerdas ini memanfaatkan otomasi dan sistem basis data guna memaksimalkan kualitas dan daya saing industri.Â
âDFSQ hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas produksi dengan pendekatan berbasis data dan sistem otomatis, sehingga industri dapat beradaptasi dengan tuntutan global yang semakin kompleks," jelasnya.
DSFQ merupakan kerangka kerja perancangan sistem kualitas cerdas dengan basis Design for Six Sigma (DFSS) yang meliputi enam tahapan. Sistem ini telah diujicobakan di beberapa industri manufaktur di negara Taiwan dengan hasil yang menjanjikan dalam aspek peningkatan efisiensi dan penurunan produk cacat.Â
âDFSQ diharapkan dapat menciptakan ekosistem manufaktur cerdas yang lebih efisien, otomatis, dan berbasis data. Dengan penerapan teknologi yang tepat, industri manufaktur Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di era digital serta menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan efisiensi yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, Orasi ilmiah Prof. Rosdiana yang berjudul "Menggali Akar Pertumbuhan Ekonomi: Dinamika Ekonomi Klasik hingga Ekonomi Modern" membahas determinasi pertumbuhan ekonomi dari pemikiran klasik hingga modern. Dia mengulas peranan teknologi dan ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang relevan pada masa sekarang.
âEkonomi digital telah menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, terutama dalam tiga aspek penting: transformasi bisnis berbasis teknologi seperti e-commerce dan pembayaran digital, dampak digitalisasi terhadap UMKM yang semakin kompetitif, serta posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara dengan penetrasi internet yang terus meningkat," ucapnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Pembangunan hunian sementara di Gayo Lues
-
Green House Bekasi Perlu Ditiru Daerah Lain
-
KPK Mengambil Hati Para Koruptor, Izinkan Jadi Tahanan Rumah
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Menlu Sugiono Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat
-
Menperin Agus Gumiwang Tekankan Industri Pengolahan Mendominasi Ekonomi RI di 2025
-
BMKG: Musim Kemarau Mulai April dan akan Berlangsung Lebih Lama
-
Pasar Murah Gorontalo Bantu Jaga Stabilisasi Harga Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.