Deflasi pada Januari, Sinyal Daya Beli Masyarakat Melemah?
Rabu, 05 Feb 2025, 00:00 WIBJAKARTA - Deflasi pada Januari lalu sebesar 0,76 persen secara bulanan (mtm) menjadi sinyal melemahnya daya beli masyarakat. Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan deflasi ini dipicu diskon tarif listrik 50 persen, namun tren ini menunjukkan indikasi lebih serius terhadap permintaan domestik.
âAnalisis lebih dalam mengungkapkan bahwa meskipun faktor ini berkontribusi pada penurunan indeks harga konsumen (IHK), angka deflasi yang signifikan ini merupakan bukti nyata dari melemahnya daya beli masyarakat,â kata Ekonom dan Pengamat Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat, di Jakarta, Selasa (4/2).
Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terus mengalami penurunan sejak pertengahan 2024, mencerminkan kehati-hatian masyarakat dalam berbelanja.
Tren inflasi tahunan yang terus melambat, dari 3,00 persen secara tahunan (yoy) pada April 2024 menjadi hanya 2,12 persen (yoy) pada Januari 2025, kian memperkuat indikasi lemahnya konsumsi rumah tangga.
Achmad menilai, penurunan daya beli ini bukan sekadar fluktuasi ekonomi, namun mencerminkan tantangan yang harus segera diatasi.
Data BPS menunjukkan jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia menyusut dari 21,5 persen pada 2019 menjadi 17,1 persen pada 2024.
Dia mengatakan hal itu berarti sekitar 10 juta individu mengalami ketidakpastian ekonomi tanpa mendapat bantuan signifikan dari pemerintah.
âKelas menengah memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Mereka adalah konsumen utama bagi sektor barang dan jasa, dan juga merupakan kelompok yang memiliki kemampuan investasi yang cukup besar. Penurunan jumlah kelas menengah berarti berkurangnya konsumsi rumah tangga, yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,â katanya lagi.
Lebih lanjut, Achmad menuturkan lemahnya daya beli masyarakat turut berdampak pada sektor usaha, terutama ritel dan manufaktur.
Indeks penjualan ritel yang terus menurun sejak kuartal III-2024 menunjukkan konsumen semakin mengurangi pengeluarannya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Paripurna DPR Setujui 10 RUU Kabupaten/Kota Jadi Usul DPR
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Akad Massal 26.000 KPR FLPP
-
MUI Keluarkan Fatwa Program JKK dan JKM dari BPJS Ketenagakerjaan Sesuai Prinsip Syariah
-
Cabai rawit picu deflasi Jawa Timur
-
Evakuasi Selesai: Wanita yang Hilang dari KMP Wira Artha Ditemukan
-
Tradisi ritual Kahiyaa Suku Buton
-
Beras sumbang deflasi di 23 provinsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.