Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Disetiap Kecamatan

📅 Jumat, 31 Jan 2025, 23:15 WIB | Oleh:
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Disetiap Kecamatan Doc: Antara

Koba, Babel - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di enam kecamatan di daerah setempat.

1738338809_2ec158e7f569420e63ef.jpg

"Pembangunan TPST ini kita sebar pada seluruh kecamatan untuk menekan volume sampah secara terkoneksi dan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah," kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah Oki di Koba, Jumat.

Pemkab Bangka Tengah menyiapkan lahan seluas 28,4 hektare untuk pembangunan TPST dengan rincian di Kecamatan Koba seluas 8,6 hektare, Sungaiselan 5,3 hektare, Lubuk Besar 10 hektare, Pangkalanbaru 2 hektare, Namang 2,5 hektare, dan Simpangkatis masih dalam proses pencarian lokasi yang representatif.

Fasilitas yang ada di TPST itu mesin pemilahan, alat berat, alat pores, pengelolaan sampah organik dan non-organik yang bisa dijadikan pupuk, paving block, dan kerajinan

Oki mengatakan jika TPST ini dikelola secara optimal dapat memberikan nilai ekonomis, bank sampah berjalan sesuai fungsinya, bisa menjadi tempat edukasi dan percontohan untuk anak sekolah, masyarakat, dan daerah.

"Selain itu, TPST juga bisa menjadi nilai ekonomis untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD)," ujarnya.

Ia mengatakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jongkong di Bangka Tengah memiliki kapasitas untuk menampung hingga 12 ton sampah per hari. Produksi sampah harian di daerah ini antara 10 hingga 12 ton dengan potensi peningkatan saat ada acara khusus.

Pada 2024 penanganan sampah di ibu kota Kabupaten Bangka Tengah mencapai 4.672,58 ton per tahun dengan persentase penanganan 71,66 persen.

"Melalui berbagai kebijakan, peraturan, dan pembangunan infrastruktur, kita berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.