Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekstensifikasi Masih Jadi Solusi Swasembada di Kalbar

📅 Jumat, 31 Jan 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekstensifikasi Masih Jadi Solusi Swasembada di Kalbar Doc: ANTARA/Jessica Wuysang
Ket. Seorang petani menanam bibit sayur sawi di Desa Sungai Selamat, Pontianak, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu.

Pontianak, Kalbar – Dalam upaya mewujudkan swasembada padi, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengandalkan strategi ekstensifikasi, yakni peningkatan luas lahan tanam sebagai solusi utama.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Radian mengatakan budi daya secara ekstensifikasi masih menjadi solusi dalam mewujudkan swasembada padi di Kalbar yang areanya luas. Dengan bertambahnya luas area pertanian, produksi padi diharapkan dapat meningkat secara signifikan guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

"Secara geografis, Kalbar luas. Namun, dari luas tersebut secara umum dalam hal tingkat kesuburan tanah untuk tanaman padi belum begitu cocok, sehingga produktivitas masih rendah di Kalbar. Nah, menyikapi hal itu untuk swasembada padi, memang dengan ekstensifikasi atau perluasan lahan bukan intensifikasi," ujarnya di Pontianak, Kamis (30/1).

Seperti dikutip dari Antara, Radian menjelaskan bahwa luas panen di Kalbar saat ini sekitar 250 ribuan hektare. Untuk mencapai swasembada di Kalbar yakni memenuhi konsumsi penduduk 5,4 juta jiwa, maka paling tidak perlu menanam padi di atas 300 ribuan hektare.

"Potensi perluasan lahan itu dengan cetak sawah baru dan lainnya sangat memungkinkan. Kembali, dengan potret yang ada, perluasan lahan tanam sangat realistis dalam mewujudkan swasembada padi di Kalbar," papar dia.

Ia mengatakan jika Kalbar mengandalkan intensifikasi dengan kondisi saat ini, maka akan butuh upaya yang maksimal dan biaya besar. Pasalnya, kondisi lahan yang tidak optimal sebagaimana di Pulau Jawa atau lainnya.

Produktivitas padi di Kalbar masih sekitar 3 ton per hektare atau di bawah nasional yang sudah di atas 5 ton per hektare. Menurutnya, rendahnya produktivitas tidak terlepas dari sulitnya pengaturan air. Jika musim kemarau, maka tanah pertanian mengalami kekeringan. Sebaliknya musim hujan mengalami banjir seperti saat ini.

"Pada sisi lainnya, tanaman padi tidak terlepas dari kebutuhan air yang cukup. Pengaturan air melalui irigasi dan lainnya penting agar produktivitas bisa ditingkatkan," jelas dia.

Ia menambahkan unsur hara tanah di Kalbar juga tidak begitu cocok untuk meningkatkan produktivitas. Meski, pupuk itu hanya sebagai pupuk mayor. Belum lagi soal hama yang dikategorikan tinggi di Kalbar, sehingga penanganan perlu maksimal oleh petani.

"Kemudian, tanah kita banyak mengandung racun bagi tanaman atau unsur yang tidak dibutuhkan dalam tanaman padi seperti aluminium. Hal itu bisa mempengaruhi produktivitas," jelas dia.

Benih Lokal

Terkait varietas benih juga perlu menjadi perhatian agar produktivitas padi di Kalbar tinggi. Kemudian, varietas yang ada juga harus menyesuaikan lahan atau lingkungannya.

"Harusnya, setiap kecamatan paling tidak ada demplot untuk memastikan varietas apa yang cocok. Penggunaan benih lokal juga penting karena adaptif tentunya," jelas dia.

Dalam hal swasembada padi, ia juga menyarankan ada regulasi yang mengatur perusahaan sawit di Kalbar ikut melakukan budi daya tanaman padi. Perusahaan diwajibkan ikut budi daya padi di sekitar kebun, sehingga bisa berkontribusi dalam menyediakan pangan berupa beras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.