Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Parigi Laporkan Tidak Ada Kerusakan Dampak Gempa Magnitudo 6,1

📅 Rabu, 29 Jan 2025, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Parigi Laporkan Tidak Ada Kerusakan Dampak Gempa Magnitudo 6,1 Doc: ANTARA/HO-BMKG
Ket. Peta gempa di rilis BMKG berpusat 42 kilometer tenggara Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa 28/1/2025).

Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan dari gempa magnitudo 6,1 yang berpusat di kabupaten tersebut.

"Sejauh ini tidak ada kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Meski begitu, kami tetap melakukan pemantauan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Parigi Moutong Amiruddin dihubungi dari Palu, Selasa.

Ia mengemukakan meski tidak ada dampak yang ditimbulkan, masyarakat diminta tetap waspada dan tenang, serta jangan mudah terpancing dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Informasi kegempaan hanya dirilis BMKG, kemudian melalui pemerintah daerah (pemda) didistribusikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi resmi pemerintah," ujarnya.

Menurut informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa magnitudo 6,1 mengguncang Parigi Moutong pada Selasa sekitar pukul 22.53 Wita dengan kedalaman 91 kilometer.

Gempa berpusat di darat 42 kilometer tenggara Parigi Moutong, tepatnya pada koordinat lokasi 0,53 Lintang Utara (LU) dan 121,18 Bujur Timur (BT).

Getaran gempa dirasakan dengan skala III MMI (Modified Mercalli Intensity) di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Gorontalo Utara, II-III MMI di Bone Bolango dan IV MMI di Kabupaten Tolitoli.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi.

BMKG juga terus memantau perkembangan dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika ada aktivitas susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang termasuk bagian dari lintasan The Pasific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), yaitu suatu lintasan dimana terdapat deretan gunung api, sehingga tidak mengherankan kalau negara yang dilewati cincin api ini terjadi gempa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.