Museum Wayang Dirancang Ramah Disabilitas

Jumat, 24 Jan 2025, 16:35 WIB

JAKARTA - Museum Wayang yang kini hadir dengan wajah baru dari sisi tata pamer dan penambahan teknologi serta dirancang ramah bagi pengunjung disabilitas.

"Gedung Museum Wayang ini ramah disabilitas. Ini menjadikan satu daya tarik ke depannya," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary di Jakarta, Jumat.

Salah satu fasilitas ramah disabilitas, yakni tangga dengan bidang lebar dan kemiringan tertentu (ramp) bagi pengunjung disabilitas fisik yang menggunakan kursi roda untuk menuju ke lantai dua museum, yakni ruang imersif.

Selain itu, area museum terutama di lantai satu pun dibuat lebih luas demi memudahkan pengunjung bergerak lebih leluasa.

Menurut Miftahulloh, tak hanya ramah disabilitas, wajah baru Museum Wayang pun menampilkan tata ruang dengan suguhan warna monokrom sehingga dapat menonjolkan wayang-wayang koleksi.

Dahulu banyak sekali warna-warna sehingga koleksinya kurang "eye-catching" atau kurang tampak. "Sekarang kami dengan monokromatik ataupun warna-warna 'soft' sehingga koleksinya tampak dan itulah yang menjadi inti dari Museum Wayang, sehingga wayang-wayang yang ada terlihat," kata dia.

Di samping itu, pengelola menyematkan teknologi terkini ke dalam area museum yang dihadirkan ke dalam ruang imersif, area super hologram, dan permainan interaktif. Ini dihadirkan untuk menyongsong lima abad Kota Jakarta.

Khusus untuk area museum yang menjadi bangunan cagar budaya, Pemerintah Provinsi DKI menggandeng Tim Ahli Pelestarian Cagar Budaya. Mereka inilah.yang memberikan rekomendasi-rekomendasi terkait penataan gedung.

Diharapkan museum-museum lain yang berada di bawah naungan Pemprov DKI juga dapat ditata kembali sehingga bisa mendukung lima abad Kota Jakarta, yang ingin menampilkan kebudayaan dan sejarahnya untuk masyarakat Indonesia dan dunia.

Museum Wayang sudah resmi dibuka untuk masyarakat umum mulai hari ini. Mereka yang ingin berkunjung terutama ke ruang imersif dapat melihat terlebih dulu syarat dan ketentuan berlaku, di Instagram Museum Seni.

"Ada syarat dan ketentuan yang harus diikuti ketika berkunjung ke ruang imersif, karena ruang imersif tidak terlalu luas sehingga kami melakukan pengaturan untuk pengunjung yang datang," ujar Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sri Kusumawati. Ant

Ket. Foto: Ilustrasi - Fasilitas yang dihadirkan pengelola Museum Wayang untuk pengunjung disabilitas. — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.