Komitmen Dukung Astacita, BI Siapkan Sejumlah Langkah Penting

Rabu, 22 Jan 2025, 15:44 WIB

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendukung penuh implementasi berbagai program pemerintah yang tertuang dalam Astacita melalui lima aspek termasuk upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah gejolak global yang terus berlanjut.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan BI juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas moneter, serta stabilitas sistem keuangan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Ket. Foto: Tangkapan layar - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam "Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2024" yang diikuti secara virtual di Jakarta, Rabu (22/1/2025). — Sumber: ANTARA/Rizka Khaerunnisa

“Komitmen kami di Bank Indonesia terus memastikan rupiah itu stabil. Tentu saja sejalan dengan mata uang regional di tengah tekanan dolar yang terus kuat,” kata Perry dalam "Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2024" yang diikuti secara virtual di Jakarta, Rabu (22/1).

Lebih lanjut, Perry menambahkan komitmen BI untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dilakukan baik melalui intervensi di pasar spot dan forward maupun pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

Dalam mendukung Astacita, BI juga terus berkoordinasi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Perry mencatat Indonesia merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana kebijakan fiskal bersama kebijakan bank sentral selalu bersinergi.

Bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pembelian SBN dari pasar sekunder oleh Bank Indonesia telah disepakati melalui mekanisme pertukaran SBN secara bilateral (bilateral buyback/debt switching). Dengan langkah ini, BI turut mendukung program Astacita sehingga pembiayaan fiskal bisa didorong.

"Bank Indonesia tahun ini akan melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder termasuk debt switching. Dari SBN COVID-19 yang jatuh tempo tahun ini, kurang lebih Rp100 triliun. Bahkan, kami berkomitmen untuk membeli SBN dari pasar sekuler lebih dari itu," kata Perry.

Selanjutnya, BI juga mendukung program-program dalam mendorong kredit ke sektor-sektor prioritas melalui insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada perbankan sebesar Rp295 triliun.

"Kami arahkan ke sektor-sektor yang menciptakan lapangan kerja. Terbesar adalah tujuannya di pertanian, perdagangan ritel, termasuk di sektor-sektor perumahan rakyat. Dan, yang terbesar adalah di bidang UMKM, mikro dan ekonomi kreatif. Kami terus dukung program-program Astacita itu untuk mendorong sektor riil melalui insentif KLM," kata Perry.

Bank sentral juga mendukung program-program ketahanan pangan, dikaitkan juga dengan pengendalian inflasi. BI mengerahkan 46 kantor-kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia untuk mendukung kesuksesan program-program hilirisasi pangan. Terakhir, BI mendukung akselerasi digitalisasi ekonomi yang tertuang dalam Astacita.

“Itulah lima dukungan Bank Indonesia dalam program-program Astacita. Satu, stabilitas. Dua, pembelian SBN termasuk debt switching. Yang ketiga adalah insentif likuiditas untuk mendorong kredit ke sektor-sektor prioritas penciptaan lapangan kerja. Yang keempat adalah ketahanan pangan, hilirisasi pertanian khususnya. Nomor lima adalah digitalisasi,” jelas Perry.

Selain dukungan-dukungan tersebut, BI pada saat ini juga sedang mempersiapkan bentuk dukungan lainnya termasuk menyiapkan instrumen baru untuk menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yakni melalui Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

"Kami juga sedang siapkan adalah dukungan Bank Indonesia untuk bagaimana program makan bergizi. Kami mendukung program ini, sangat bagus karena membentuk ekosistem khususnya keuangan ekonomi inklusif. Kami sedang membicarakan bagaimana Bank Indonesia tidak hanya kantor pusat, melalui 46 kantor-kantor Bank Indonesia di seluruh Indonesia bisa mendukung program suksesnya program ini," kata Perry.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

HUT ke-81 RI di Papua Pegunungan, Upacara di Wamena Berlangsung Lancar.

Cincinnati Open 2026: Janice Tjen Lewati Drama Tiga Set untuk Melaju ke Babak 32 Besar

IQAir: Kualitas Udara di Jakarta saat Peringatan HUT RI Ternyata Tak Sehat

Bantu Korban di NTT, PT Pertamina Patra Niaga Donasikan Rp81/lt Tiap BBM

Tak Sabar Lihat Aksinya? Ini Formasi Lengkap Paskibraka Indonesia Berdaulat

Belajar dari Gempa NTT, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa  ‎

PLN Gerak Cepat! 11 Gardu Induk Utama Listrik Flores Berhasil Dipulihkan

Bikin Haru! Polres Bogor Renovasi 21 Rumah Warga untuk Rayakan HUT RI

Mensesneg: Presiden Prabowo Pertimbangkan ke NTT untuk Tinjau Penanganan Gempa

HUT RI Makin Meriah! Ma’ruf Amin hingga Dewi Soekarno Hadir di Upacara Kemerdekaan

Berikut Daftar Harga BBM di Hari Kemerdekaan RI Ke-81

Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! ITDC Buka 2.500 Lowongan Relawan MotoGP Indonesia 2026

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Wilayah Barat Indonesia pada Senin

Semarakkan HUT RI,  PT KAI Sumut Beri Diskon 17 Persen Tiket KA Sribilah

Detik-Detik Kereta Garuda Prabayaksa Bawa Bendera dan Teks Proklamasi ke Istana

Listrik Andal Dukung Kekhidmatan Malam Renungan Suci di TMP Kalibata.

Jelang Kirab HUT RI Ke-81, Warga Mulai Padati Kawasan Monas

Emas Makin Strategis! INDEF Soroti Perannya untuk Diversifikasi Cadangan

Amankan HUT RI di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 13.859 Personel

Gempa Bisa Datang Kapan Saja, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.