Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN UID Sulselrabar genjot EA dukung program ketahanan pangan

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 23:00 WIB | Oleh:
PLN UID Sulselrabar genjot EA dukung program ketahanan pangan Doc: ANTARA/HO-Humas PLN UID Sulselrabar
Ket. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Budiono saat meninjau langsung program Electrifying Agriculture di Desa Kampili, Kelurahan Parangbanoa, Kabupaten Gowa,

Makassar, 21/1 - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulselrabar terus menggenjot program Electrifying Agriculture (EA) untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi program prioritas Pemerintah Pusat.

Melalui Program EA, PLN meningkatkan layanan untuk kebutuhan listrik petani dan peternak khususnya di Provinsi Sulawesi, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

"Kami akan terus berinovasi dan terus memberikan pelayanan terbaik dengan sistem kelistrikan yang andal agar mampu menggerakkan roda perekonomian dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya melalui Program EA yang kami yakini sangat bermanfaat untuk produktifitas pertanian," kata Budiono selaku General Manager PLN UID Sulselrabar di Makassar, Selasa.

Budiono menyebut salah satu wujud dari upaya dalam mendukung program ketahanan pangan yakni PLN berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto melakukan pemasangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan daya 5.500 Volt Ampere (VA) dan pompa sentrifugal di Desa Balang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Pemasangan SPKLU dan pompa sentrifugal ini merupakan bagian dari program EA PLN, bahwa listrik dari PLN turut hadir dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional serta membantu pompanisasi sawah milik petani, menghemat biaya operasional 65 persen hingga 85 persen.

Muhammad Gaptur sebagai Ketua Kelompok Tani Romanga Bertani di Desa Balang, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan mengaku telah merasakan keuntungan program EA dari PLN.

"Banyak kemudahan kita peroleh, mulai dari proses pengairan dan biaya operasional yang jauh lebih hemat," kata dia.

Sebelumnya, Gaptur hanya mengandalkan intensitas air hujan dan pompa air dengan bergantung ke gas LPG sebagai sumber utama pengairan sawah.

"Sebelum ada listrik PLN, saya menghabiskan total 480 tabung gas LPG atau setara dengan Rp9,1 juta per panen. Alhamdulillah dengan hadirnya listrik PLN pengairan sawah juga lebih efektif dan saya hanya mengeluarkan biaya Rp3,1 per panen,” kata Gaptur.

Melalui listrik PLN, dia mampu menghemat biaya operasional hingga 65 persen per bulan. Penggunaan waktu, kata Gaptur juga semakin efisien karena tidak perlu lagi mengantri untuk membeli tabung gas LPG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.