Mengagetkan, Kenapa Pekan Depan Parlemen Jerman Akan Bahas Usul Larangan Partai AfD

Selasa, 21 Jan 2025, 00:48 WIB

Moskow - Sebuah usulan untuk melarang partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) berpotensi masuk dalam agenda Parlemen Jerman pekan depan, lapor surat kabar Zeit pada Senin (20/1).

Surat kabar tersebut mengutip pengusul rancangan tersebut, Carmen Wegge dari Partai Sosial Demokrat (SPD).

Ket. Foto: Sebuah usulan untuk melarang partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) berpotensi masuk dalam agenda Parlemen Jerman pekan depan, lapor surat kabar Zeit pada Senin (20/1/2025). — Sumber: ANTARA/Anadolu

Saat ini, AfD berada di peringkat kedua dalam popularitas di kalangan pemilih menjelang pemilu federal, dengan sekitar 20 persen prosentase.

Posisi teratas ditempati oleh Christian Democratic Union (CDU) dan Christian Social Union (CSU) yang dipimpin Friedrich Merz, dengan dukungan sekitar 30 persen, diikuti oleh Partai Sosial Demokrat dengan sekitar 15 persen, menurut jajak pendapat terbaru.

Jika Bundestag (Parlemen Jerman) memasukkan usulan tersebut dalam agendanya dan para anggota parlemen menyetujui, keputusan akhir terkait pelarangan AfD akan berada di tangan Mahkamah Konstitusi Federal.

Namun, belum dapat dipastikan apakah isu ini akan dibahas sebelum pemilu mendatang, mengingat hanya tersisa dua hari sesi parlemen setelah pekan depan, menurut laporan surat kabar tersebut.

Pada November 2024, permintaan serupa telah diajukan di Bundestag, tetapi tidak berhasil.

Pada tahun 2023, Kantor Perlindungan Konstitusi Federal, badan keamanan domestik Jerman, menyebut cabang AfD di negara bagian Saxony, Thuringia, dan Saxony-Anhalt sebagai kelompok ekstremis sayap kanan.

Meski demikian, AfD berhasil meraih posisi kedua dalam pemilu Parlemen Eropa di Jerman pada Juni 2024, melampaui Partai Sosial Demokrat yang berhaluan kiri tengah pimpinan Kanselir Olaf Scholz.

AfD dikenal mengusung kebijakan kontrol migrasi yang lebih ketat serta resolusi yang dinegosiasikan untuk konflik Ukraina.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Sapaan Maut El Nino di Honduras: 80 Persen Wilayah Dilanda Kekeringan

Dua Pemuda Diamankan karena Hendak Tawuran di Lubang Buaya

Gubernur Pramono Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Emisi PLTU Suralaya

Operator Seluler Ikut Bangun Ekosistem AI, Kedaulatan Digital Indonesia Makin Kuat

Anggaran KJMU Dipangkas Rp49 Miliar, 2.899 Mahasiswa Terancam Putus Kuliah

Badan Geologi: Asap di Gunung Raung Bukan Erupsi Tapi Kebakaran

Cegah Warga Hilang Hak Bansos, DPRD DKI Minta Pemprov Sediakan Kanal Sanggah

Gibran Berdialog dengan Sejumlah Ibu yang Baru Melahirkan di Tenda Rawat Pascagempa di Sikka, NTT, Pastikan Kebutuhan Terpenuhi

Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi

Wapres Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Molinas Diproyeksi Hemat Subsidi BBM Rp82,2 Triliun hingga 2037

Anggota DPR Minta Pemerintah Perbaiki Status Guru Madrasah Swasta

Gubernur Minta PWNU Banten Jaga Kekompakan Jelang Muktamar Ke-35 NU

Anggota DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru PPPK Daerah 3T jadi PNS

Basarnas Evakuasi Lansia-Ibu Hamil di NTT yang Sakit dan Trauma Gempa

Sidang Kasus Praktik Calo Jabatan oleh Bupati Nonaktif Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Peran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT

Tekan Emisi, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Elektrik Sudah Broperasi di Jakarta pada 2030

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.