Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Huda Celios: Bantuan Pemerintah Belum Efektif Dorong Petani Naik Kelas

📅 Senin, 20 Jan 2025, 11:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Huda Celios: Bantuan Pemerintah Belum Efektif Dorong Petani Naik Kelas Doc: istimewa
Ket. Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda sepakat bahwa petani harus naik kelas, namun kendalanya karakteristik petani kita masih petani gurem, sementara bantuan pemerintah selama ini tidak tepat sasaran

JAKARTA-Peneliti Ekonomi Center of Efonomic and Law Studies (Celios), Nailul Huda sepakat bahwa petani harus naik kelas, namun kendalanya karakteristik petani kita masih petani gurem, yang membuat mereka kesulitan mengolah GKP menjadi GKG. Di sisi lain, bantuan pemerintah selama ini tidak tepat sasaran.

"Dengan karakteristik petani gurem, saya rasa sulit bagi petani untuk bisa membeli dryer (pengering),"ucap Huda menanggapi menanggapi pernyataan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi yang mendorong petani untuk nai kelas.

Adapun driyer itu nanti sangat diandalkan untuk mengolah GKP (gabah keringan panen) menjadi GKG (gabah kering giling), sehingga petani tidak lagi menjual GKP tetapi GKG. Harga jual GKG lebih tinggi dibandingkan GKP sehingga petani seharusnya mempunyai keuntungan lebih dari situ. 

Kebanyakan petani yang mempunyai dryer merupakan pengepul juga karena perbankan hanya akan memberikan pinjaman kepada petani yang mempunyai skala usaha cukup besar. Ini juga harus diperhatikan oleh pemerintah. 

Jikapun diberikan kepada Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) saya rasa harus ada mekanisme yang adil. "Saya masih merasa bantuan pemerintah kurang efektif melalui Gapoktan karena ketimpangan relasi kuasa antara anggota dan ketua. Ini yang menjadi problem,"ucap Huda.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mendorong peningkatan kelas petani agar dapat menghasilkan panen padi berkualitas, guna mendukung ketahanan dan mewujudkan swasembada pangan. 

"Kami menyarankan para petani kita harusnya bisa dinaikkan kelasnya," kata Arief dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Makassar, Sulawesi Selatan Sabtu akhir pekan lalu.

Arief menyampaikan bahwa langkah upscaling itu perlu dilakukan agar kalangan petani tidak hanya mengandalkan gabah kering panen (GKP), sehingga bisa tercipta diferensiasi produksi. Apalagi target pengadaan Bulog di 2025 ini untuk gabah kering giling (GKG) lebih besar daripada GKP

Dari Yogyakarta, Peneliti Mubyarto Institute Awan Santosa mengatakan realisasi swasembada pangan perlu didukung oleh pertanian multikultur dan difersifikasi pangan lokal.

Selama ini pemerintah memang terus mengatakan untuk mendorong diversifikasi pangan, namun implementasi di lapangan masih lemah. 

"Itu yang perlu diseriusi, perkataan dan perbuatan itu harus jalan agar diversifikasi pangan itu masif di daerah. Selama ini belum cukup serius,"tegasnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.