Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Donggala Pastikan Pelaksanaan MBG Menunggu Juknis

📅 Minggu, 19 Jan 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Donggala Pastikan Pelaksanaan MBG Menunggu Juknis Doc: ANTARA
Ket. Pj Bupati Donggala, Rifani Pakamundi, saat menghadiri uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

DONGGALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.

"Saat ini memang program MBG untuk pelajar di Donggala belum dimulai karena masih belum ada juknis pelaksanaannya," kata Penjabat Bupati Donggala, Rifani Pakamundi, di Banawa, Minggu (19/1).

Dia mengemukakan pihaknya sudah siap jika juknis program MBG telah ada untuk pemerintah daerah.

"Intinya, pemerintah Kabupaten Donggala siap melaksanakan program MBG, sedangkan program pemerintah provinsi saja kami terima apalagi dari pemerintah pusat, hanya saja kami menunggu juknis supaya mengetahui cara pelaksanaan dan mekanisme program tersebut," ucapnya.

Ia menjelaskan pemerintah Kabupaten Donggala belum menganggarkan program MBG untuk daerah tersebut.

"Kami belum menganggarkan program Makan Bergizi Gratis karena data valid dari Dinas Ketahanan Pangan setempat terkait jumlah siswa penerima MBG di Kabupaten Donggala sementara disusun," sebutnya.

Menurut dia, pemerintah daerah sudah mulai menyusun jumlah sekolah dan peserta didik penerima program Makan Bergizi Gratis.

"Data sementara ada 59.497 siswa terdiri atas TK, SD, dan SMP, namun belum valid, kami masih menunggu data dari Dinas Ketahanan Pangan. Data ini penting untuk mengetahui berapa anggaran yang harus disiapkan,” ujarnya.

Rifani menuturkan dalam waktu dekat segera melakukan rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyusun anggaran program MBG tersebut.

"Walaupun belum ada juknis, tapi uji coba MBG di Banawa beberapa waktu lalu itu tetap memperhatikan nilai gizi berdasarkan arahan dari Badan Gizi Nasional," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.