- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Berlakukan Kontrol Eksp...
AS Berlakukan Kontrol Ekspor Baru pada Peralatan Bioteknologi untuk Batasi Teknologi ke Tiongkok
Kamis, 16 Jan 2025, 18:10 WIBWASHINGTON - Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada hari Rabu (15/1), mengatakan pihaknya memberlakukan kontrol ekspor baru pada peralatan bioteknologi dan teknologi terkait karena masalah keamanan nasional yang terkait dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan ilmu data.
Dikutip dari The Straits Times, Washington telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Tiongkok dapat menggunakan teknologi AS untuk memperkuat kemampuan militer dan membantu merancang senjata baru melalui AI.Â
"Peralatan laboratorium tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kinerja manusia, antarmuka otak-mesin, bahan sintetis yang terinspirasi dari biologi, dan mungkin senjata biologis," kata departemen tersebut.
Kontrol ekspor baru, yang membatasi pengiriman ke Tiongkok dan negara-negara lain tanpa lisensi AS, ditujukan untuk flow cytometer berparameter tinggi dan peralatan spektrometri massa tertentu, yang menurut Departemen Perdagangan dapat menghasilkan data biologis berkualitas tinggi dan berkonten tinggi, termasuk yang cocok untuk digunakan guna memfasilitasi pengembangan AI dan alat desain biologis.
Ini adalah upaya terbaru Washington untuk membatasi teknologi AS ke Tiongkok. Pada 13 Januari, Departemen Perdagangan bergerak untuk lebih membatasi ekspor cip dan teknologi AI dari Tiongkok yang bertujuan membantu Amerika Serikat mempertahankan status dominannya dalam AI dengan mengendalikannya di seluruh dunia.
Para legislator AS telah mempertimbangkan sejumlah usulan untuk menjaga kesehatan pribadi dan informasi genetik warga Amerika dari musuh asing, dan bertujuan mendorong perusahaan farmasi dan bioteknologi AS agar mengurangi ketergantungan mereka pada Tiongkok untuk segala hal mulai dari manufaktur bahan obat hingga penelitian awal.
Minggu lalu, anggota parlemen AS meminta Departemen Perdagangan untuk mempertimbangkan pembatasan ekspor bioteknologi AS ke militer Tiongkok, dengan alasan kekhawatiran Beijing dapat menjadikannya senjata.
Kedutaan Besar Tiongkok di Washington minggu lalu mengatakan Beijing dengan tegas menentang pengembangan, kepemilikan, atau penggunaan senjata biologis oleh negara mana pun.
Pada bulan Agustus, anggota parlemen AS meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap uji klinis AS yang dilakukan di Tiongkok, dengan alasan risiko pencurian kekayaan intelektual dan kemungkinan partisipasi paksa dari anggota kelompok minoritas Uighur di Tiongkok.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bisa Bersaing di Pasar AS, Kemendag Yakinkan Eksportir Mamin
-
Turun Tipis, Harga Emas Antam Hari Ini Rp2.340.000 per Gram
-
Banjir Terjang 13 Desa di Lima Kecamatan di Bima, Ratusan Rumah Terendam
-
Menhan Meminta Prajurit TNI Jangan Sekali-kali Menyakiti Hati Rakyat
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Satu Tahun Berlalu Pengungsi Erupsi Lewotobi Belum Pindah dari Tenda
-
Dorong Substitusi Impor, Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.