Pemkot Bengkulu ajukan pengelolaan Taman Remaja ke Pemprov
Jumat, 10 Jan 2025, 16:25 WIBKota Bengkulu -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mengajukan pengelolaan taman satwa atau Taman Remaja dengan luas 10 hektare di Kecamatan Gading Kecamatan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu.
"Kalau nanti pengelolaan dikembali ke kota, maka kita tata aset wisata itu," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Eko Agusrianto di Bengkulu, Jumat.
Ia menyebutkan sebelumnya pemkot pernah mengajukan pengalihan pengelolaan taman satwa tersebut dari pemerintah provinsi, namun belum disetujui dan akan kembali dilakukan pada 2025 untuk mengembangkan potensi wisata taman tersebut.
Untuk konsep pengembangan Taman Remaja tahun ini dirasa tepat, sebab masyarakat membutuhkan objek wisata baru.
Seperti dengan adanya lapangan rumput sintetis Pendopo Merah Putih di Kelurahan Pekan Sabtu ramai pengunjung, maka pemerintah mencanangkan menghidupkan kembali taman satwa tersebut.
"Hampir di setiap kota besar itu ada taman satwa sebagai sarana edukasi bagi anak-anak untuk belajar mengenai satwa. Untuk Kota Bengkulu dengan progres pembangunannya tentu juga perlu pengembangan potensi wisata ini," kata dia.
Jika pengelolaan Taman Remaja tersebut disetujui, kata dia, pembangunan tersebut tidak hanya menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tetapi juga akan menggandeng pihak investor dalam penataan.
Jika Taman Remaja tersebut dapat dikembangkan dan dikelola dengan baik maka dapat menjadi salah satu ikon wisata di Kota Bengkulu serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat setempat dan menjadi sumber pendapatan daerah.
Oleh karena itu, dirinya berharap, ke depan tercipta kolaborasi yang baik dalam membangun potensi yang ada antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Bengkulu.
Pemprov Bengkulu mengusulkan alokasi APBD perubahan untuk penataan kawasan Taman Remaja agar dapat dilakukan pada 2025, sebab rencana penataan kawasan itu juga sudah selesai didesain.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso menerangkan pihaknya menginginkan taman itu tetap dipertahankan menjadi kawasan terbuka namun lebih tertata yang di dalamnya juga dilengkapi bangunan terbuka sehingga nantinya bisa digelar acara-acara besar.
Biaya pengembangan taman ini, akan bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu dengan kisaran Rp30 hingga Rp50 miliar.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Perda KTR Diterapkan, DPRD Fokus ke Aturan Main dan Dampak Lapangan
-
Pemkot Jaktim Salurkan Bantuan Bagi Penyintas Banjir di Rawa Terate
-
KAI: 694.123 Wisman Naik Kereta Api Jarak Jauh Sepanjang 2025
-
Niat Baik Bansos, Antara Menjaga Martabat atau Jadi Ketergantungan Masyarakat
-
Penampilan Baru Hugh Jackman di Film The Death of Robin Hood
-
Perumdam Kutim Gandeng PT MBS Atasi Krisis Debit Air Saat Kemarau.
-
Temanggung University Expo 2025 Jadi Solusi Siswa Pilih Perguruan Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.