Cegah HMPV dengan Sering Mencuci Tangan

Kamis, 09 Jan 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Pemprov Jakarta mesti gerak cepat untuk memberi pemahaman kepada warga seputar Virus Human Metapneumo Virus (HMPV). Selain itu, perlu juga menjelaskan cara mencegahnya sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan.

“Dinas Kesehatan Jakarta perlu memberikan sosialisasi secara luas karena HMPV sudah menjadi berita utama media,” tutur pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta, Rabu. HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Gejalanya mirip flu biasa seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.

Ket. Foto: Pakar kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 Prof. Tjandra Yoga Aditama — Sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Walaupun sejauh ini HMPV bukan kasus berat, pemerintah tetap perlu mencermati perkembangan kasus di Tiongkok, tempat pertama virus ini berkembang. Juga melakukan surveilan (epidemiologik dan genomik) dari kasus di Jakarta.

Tjandra menuturkan, penularan HMPV serupa dengan virus flu lainnya. Penularan melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. Maka, demi mengurangi risiko tertular HMPV, rakyat mesti menerapkan langkah-langkah preventif. Salah satunya, mencuci tangan secara teratur. Selain itu, juga menjaga pola hidup sehat dan menggunakan masker di tempat umum.

HMPV merebak di Tiongkok, namun dilaporkan juga telah ditemukan di Indonesia. “Selain sosialisasi, meminta Pemprov Jakarta perlu mencermati perkembangan kasus di Tiongkok,” tandas Tjandra. Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 itu menambahkan, Pemprov Jakarta juga perlu mengumpulkan data secara sistematis dan terus-menerus untuk mendapatkan informasi terkait HMPV. Penderita mesti mengenakan masker dan menghindari kerumunan.

Pernapasan

Sementara itu, Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia, Profesor Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan warga harus menerapkan perilaku kesehatan pernapasan. Juga menerapkan etika saat batuk untuk mencegah penularan HMPV.

Menurut Tjandra, menghadapi HMPV sama dengan menghadapi peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tjandra menegaskan, infeksi HMPV berbeda dengan Covid-19, meski memiliki gejala serupa seperti batuk, demam sesak, dan nyeri dada.

“Perlu diketahui semua infeksi paru dan saluran napas memang gejalanya seperti itu. Tidak tepat kalau kita terlalu cepat mengorelasikan kenaikan kasus HMPV ini dengan Covid-19. Namun, kita perlu tetap waspada,” ujar dia. Terkait HMPV yang dilaporkan telah ditemukan di Indonesia, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, minta rakyat tidak panik.

Menkes menuturkan, HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponnya dengan baik. Selain itu, HMPV bukanlah virus mematikan. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu, tetap perlu waspada.

Budi mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker bila merasa tidak enak badan. Segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala mencurigakan.

DBD

Selain HMPV, Jakarta juga berjuang melawan demam berdarah dengue (DBD). Saat ini DBD menyerang kecamatan Cengkareng, Kebon Jeruk, dan Kalideres. Tiap kecamatan ini kasusnya mencapai 700 lebih DBD selama 2024. “Jumlah penduduk dan kebersihan tampungan air yang tidak terkontrol menjadi faktor utama merebaknya DBD,” jelas Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat, Arum Ambarsari.

Dia menjelaskan, Banyak perkantoran, institusi sekolah, atau pasar menjadi sumber merebaknya DBD. Sebab tampungan air tak ada yang mengontrol. Adapun Kecamatan Cengkareng mencatat 795 kasus DBD, kemudian Kalideres (718 kasus) dan Kebon Jeruk (712 kasus) selama 2024.

Pada tahun yang sama wilayah Kecamatan Kembangan mencatat 537 kasus, Taman Sari (215 kasus), Palmerah (280 kasus), Grogol Petamburan (245 kasus) dan Tambora sebanyak 198 kasus. Per bulannya, jumlah kasus DBD Jakarta Barat terhitung fluktuatif mulai dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2024. Arum telah melakukan sejumlah langkah antisipasi penanganan DBD. Salah satunya, memantau vektor atau jentik nyamuk DBD. Juga dilakukan pengasapan.

  • Human Metapneumovirus (HMPV)

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.