Warga Kulon Progo Diminta Waspada Tanah Longsor selama Musim Hujan

Rabu, 08 Jan 2025, 20:45 WIB

YOGYAKARTA– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut Kabupaten Kulon Progo menjadi wilayah paling rawan tanah longsor di provinsi ini berdasar data kejadian bencana alam selama 2024.

"Kulon Progo (paling rawan). Makanya kan Kulon Progo statusnya tanggap darurat, kabupaten lain masih siaga darurat," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, di Yogyakarta, Rabu (8/1).

Ket. Foto: Warga membersihkan material tanah longsor yang menutup jalan Gunung Kelir-Kutogiri di Perbukitan Menoreh, Girimulyo, Kulon Progo, D.I Yogyakarta — Sumber: Antara

Berdasarkan data bencana sepanjang tahun 2024, pihaknya mencatat total 377 kejadian tanah longsor di DIY dengan peringkat teratas di Kulon Progo sebanyak 176 kejadian, disusul Gunungkidul 117 kejadian, berikutnya di Sleman 37 kejadian, Bantul 29, dan Yogyakarta 18 kejadian.

Menurut dia, tingginya kasus longsor di Kulon Progo antara lain dipengaruhi oleh tingginya curah hujan serta kondisi geografis wilayah yang banyak perbukitan.

Karena itu pula, kabupaten tersebut telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak Oktober 2024.

Noviar memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tanah longsor di seluruh wilayah DIY.

Meski demikian, BPBD DIY mencatat dampak kerugian material akibat longsor, seperti kerusakan infrastruktur jalan serta rumah.

Untuk penanganan darurat, pihaknya telah menyalurkan berbagai bantuan, meliputi bronjong, terpal, selimut, dan bantuan permakanan.

Dari total persediaan 500 bronjong, katanya, sebagian besar telah didistribusikan ke Kulon Progo, Gunungkidul, Bantul, dan Sleman.

Selain longsor, BPBD DIY juga mencatat 262 kejadian cuaca ekstrem dan 27 kejadian banjir selama 2024.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak 3 Januari hingga 3 Februari 2025.

Perpanjangan status itu mempertimbangkan curah hujan di DIY yang diprediksi masih tinggi hingga Mei 2025 sehingga berpotensi memicu bencana, seperti longsor, banjir, dan cuaca ekstrem.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

IQAir: Kualitas Udara di Jakarta saat Peringatan HUT RI Ternyata Tak Sehat

Bantu Korban di NTT, PT Pertamina Patra Niaga Donasikan Rp81/lt Tiap BBM

Tak Sabar Lihat Aksinya? Ini Formasi Lengkap Paskibraka Indonesia Berdaulat

Belajar dari Gempa NTT, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Gempa  ‎

PLN Gerak Cepat! 11 Gardu Induk Utama Listrik Flores Berhasil Dipulihkan

Bikin Haru! Polres Bogor Renovasi 21 Rumah Warga untuk Rayakan HUT RI

Mensesneg: Presiden Prabowo Pertimbangkan ke NTT untuk Tinjau Penanganan Gempa

HUT RI Makin Meriah! Ma’ruf Amin hingga Dewi Soekarno Hadir di Upacara Kemerdekaan

Berikut Daftar Harga BBM di Hari Kemerdekaan RI Ke-81

Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! ITDC Buka 2.500 Lowongan Relawan MotoGP Indonesia 2026

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Wilayah Barat Indonesia pada Senin

Semarakkan HUT RI,  PT KAI Sumut Beri Diskon 17 Persen Tiket KA Sribilah

Detik-Detik Kereta Garuda Prabayaksa Bawa Bendera dan Teks Proklamasi ke Istana

Listrik Andal Dukung Kekhidmatan Malam Renungan Suci di TMP Kalibata.

Jelang Kirab HUT RI Ke-81, Warga Mulai Padati Kawasan Monas

Emas Makin Strategis! INDEF Soroti Perannya untuk Diversifikasi Cadangan

Amankan HUT RI di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 13.859 Personel

Gempa Bisa Datang Kapan Saja, BPBD Lebak Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan

Tak Main-Main! 13.859 Personel Dikerahkan Polda Metro Jaya Amankan HUT RI

Antisipasi Penjarahan Pascagempa, Polisi Tingkatkan Patroli di Sejumlah Lokasi Gempa Flores

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.