Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Padi Apung Potensial Dikembangkan di Daerah Kudus, Apa Pertimbangannya?

24 Selasa, 07 Jan 2025, 10:15 WIB | Oleh:
Padi Apung Potensial Dikembangkan di Daerah Kudus, Apa Pertimbangannya? Padi Apung Potensial Dikembangkan di Daerah Kudus, Apa Pertimbangannya? Doc: ANTARA/HO-Dinas Pertanian
Ket. Uji coba padi apung di kolam ikan milik warga di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

KUDUS - Kabupaten Kudus mempunyai potensi dikembangkan tanaman padi apung dengan memanfaatkan kolam ikan maupun dam parit untuk optimalisasi produksi padi.

"Kami sudah pernah melakukan uji coba di kolam ikan milik warga di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Agus Setiawandi, Selasa (7/1).

Hasilnya, kata dia, memang bisa tumbuh dengan baik, meskipun belum bisa dipanen karena diserang hama burung.

Dengan curah hujan tinggi seperti sekarang, kata dia, di sejumlah daerah di Kabupaten Kudus banyak genangan air, termasuk lahan pertanian petani juga banyak yang tergenang sehingga bisa dimanfaatkan selain memanfaatkan keberadaan dam parit, kolam ikan, hingga bendungan.

Sejumlah daerah yang potensial untuk budi daya padi apung, yakni di Kecamatan Mejobo, Undaan, dan Jekulo.

Karena teknologi sawah apung (floating rice technology), kata Agus, merupakan adaptasi penanaman padi pada daerah rawan banjir.

Dalam melakukan uji coba budi daya padi apung, dirinya menggunakan styrofoam sebagai wadah tanam.

"Untuk mendapatkan media tanamnya juga mudah karena tersedia di pasaran. Budi daya padi apung pada dasarnya sama seperti budi daya padi di sawah. Hanya saja implementasi dilakukan pada lahan tergenang," ujarnya.

Keberadaan Bendungan Logung, kata dia, juga bisa dimanfaatkan karena arealnya cukup luas.

"Agar tidak mengganggu keberadaan wisata air, maka lokasinya bisa diatur di tepian atau di bagian yang memang tidak menjadi jalur speedboat untuk mengangkut wisatawan," ujarnya.

Untuk merealisasikannya, dia mengakui, memang perlu ada komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan kelompok tani yang nantinya bersedia mengelola padi apung tersebut.

Jika ada petani yang tertarik, dia mengakui, siap mendampingi untuk pelaksanaannya, termasuk menjembatani komunikasi dengan pihak terkait dalam hal menggunakan areal genangan milik pemerintah.

Kabupaten Kudus pada tahun ini menargetkan luas areal tanaman padi sekitar 26.000 hektare, sedangkan lahan yang tersedia sekitar 12.480 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Nasional
Perum Bulog dan Menko Panga...
Daerah
Wisata Kebun Stroberi Jadi ...
Luar Negeri
Kemlu: Dua WNI Turut Jadi K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.