Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nelayan Kepulauan Seribu Segera miliki SPBU Apung

📅 Selasa, 07 Jan 2025, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nelayan Kepulauan Seribu Segera miliki SPBU Apung Doc: ANTARA
Ket. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar rapat terkait operator yang akan membangun SPBU apung di Kepulauan Seribu.

JAKARTA– Kepulauan Seribu segera memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) apung untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan di daerah setempat.

“Kami tadi menggelar rapat bersama Pertamina Patra Niaga dan Koperasi Mina Perdana Samudra yang akan mengajukan izin pendirian SPBU apung di Kepulauan Seribu,” kata Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Kepulauan Seribu, Endro Mukti Wibowo, di Jakarta, Selasa (7/1).

Dia mengatakan Koperasi Mina Perdana Samudra ini tengah mengajukan perizinan, baik ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait untuk perizinan pengadaan SPBU apung ini.

“Infonya, mereka mengajukan empat koordinat untuk perizinan SPBU mereka dan kami tentu mendukung mereka memenuhi kelengkapan perizinan tersebut,” kata dia.

Menurut dia, sejumlah izin harus mereka kantongi, seperti izin penggunaan ruang laut ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, izin agar keberadaan mereka tidak mengganggu jalur penyeberangan laut dan perizinan kepada pihak Pertamina serta pihak lainnya agar kehadiran SPBU apung ini dapat terwujud.

Endro mengatakan sebelumnya SPBU apung sudah ada di Kabupaten Kepulauan Seribu pada 2001–2022, tapi hanya bertahan selama sekitar tiga bulan saja.

Dahulu, SPBU apung ini berupa kapal yang berisi bahan bakar minyak bagi masyarakat atau nelayan, lalu setelah mengisi tangki bahan bakar di darat, mereka berlayar menuju koordinat yang ditentukan dan melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat di koordinat tersebut.

“Mungkin saat itu perusahaan terkendala biaya dan lainnya,” kata dia.

Menurutnya, di Kepulauan Seribu tercatat kebutuhan nelayan akan bahan bakar minyak jenis solar subsidi sebesar 3.616 kiloliter pada 2024.

“Kami tentu ingin kebutuhan nelayan ini dapat terpenuhi dengan baik dan kebutuhan masyarakat juga terpenuhi,” katanya.

Dia mengatakan pada saat ini masyarakat Kepulauan Seribu yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan harus mengisi bahan bakar minyak ke daerah Rawa Saba atau wilayah Kronjo Kabupaten Tangerang, Banten

"Kini ada operator yang mengajukan diri dan kami melakukan pembahasan tahapan, sehingga bisa terwujud penyedia penyaluran BBM bagi masyarakat," kata Endro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.