Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Perkuat Inovasi, Bali Butuh Teknologi untuk Olah Sampah Menjadi Energi Listrik

📅 Minggu, 05 Jan 2025, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Perkuat Inovasi, Bali Butuh Teknologi untuk Olah Sampah Menjadi Energi Listrik Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Sejumlah elemen masyarakat memungut sampah kiriman di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (4/1/2025).

Kuta - Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyebut bahwa daerahnya membutuhkan intervensi teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik untuk menekan timbulan (volume sampah atau berat sampah yang dihasilkan dari jenis sumber sampah di wilayah tertentu per satuan waktu sampah).

“Kami berkomitmen melakukan berbagai upaya mengatasi masalah sampah,” kata Mahendra Jaya, di sela rapat koordinasi penanganan sampah bersama pemerintah pusat di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu.

Ia menjelaskan pemerintah provinsi telah melakukan berbagai upaya penanganan sampah mulai dari pembangunan tempat pengolahan sampah untuk mengurangi, menggunakan kembali dan daur ulang sampah (TPS3R).

Kemudian, tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), pemilahan sampah berbasis sumber, hingga teknologi modern.

Namun, upaya tersebut belum mampu sepenuhnya menyelesaikan permasalahan sampah di Bali dan di sisi lain Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita di Suwung, Denpasar sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sampah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, rata-rata volume sampah di TPA itu per hari mencapai sekitar 1.100-1.200 ton berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Sedangkan ketinggian volume sampah saat ini diperkirakan hingga mencapai sekitar 35 meter di atas permukaan laut.

Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) diharapkan dapat menjadi solusi menggantikan TPA sampah di Suwung, Denpasar yang saat ini menggunakan metode pengolahan sampah dengan cara dipadatkan menggunakan alat berat.

Namun Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan sistem operasional di TPA sampah seluas 32,46 hektare itu menerapkan sistem pembuangan terbuka atau open dumping, sehingga berbahaya kepada lingkungan di antaranya pencemaran udara, air hingga tanah.

“Kami terus berupaya meminta dukungan dari pusat. Jika diizinkan, Bali sudah saatnya memiliki waste to energy,” katanya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan pihaknya telah melakukan diskusi dengan Gubernur Bali terkait menyusun strategi apabila TPA Suwung ditutup termasuk rencana membangun PSEL.

“PSEL atau waste to energy itu direncanakan untuk kami bangun dan ini sedang dalam tahap develop,” katanya pula.

Pertemuan membahas penanganan masalah sampah di Bali tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Kementerian Pekerjaan Umum, forum komunikasi pimpinan daerah di Bali dan instansi terkait lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.