Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cari Penyebabnya, Disnakkan Situbondo Kirim Sampel Darah Sapi Terindikasi Terpapar PMK

📅 Sabtu, 04 Jan 2025, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cari Penyebabnya, Disnakkan Situbondo Kirim Sampel Darah Sapi Terindikasi Terpapar PMK Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
Ket. Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, jawa Timur, melakukan vaksinasi PMK sapi milik peternak. Jumat (3/1/2025).

Situbondo - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, telah mengirim sampel darah ternak sapi setelah ditemukan 82 ekor sapi terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) dan 35 ekor sapi di antaranya mati.

"Kami sudah mengirimkan sampel darah sapi yang diduga terpapar PMK ke Pusat Veteriner Farma Surabaya untuk memastikan penyebab sapi yang terindikasi terpapar PMK dan masih menunggu hasilnya," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Ahmad Junaidi di Situbondo, Jumat.

Menurut dia, pusat kesehatan hewan (puskeswan) terus bekerja untuk memutus penyebaran PMK pada ternak sapi dengan cara melakukan vaksinasi dan sosialisasi kepada para peternak.

Pada akhir Desember 2024, kata Junaidi, Situbondo mendapat tambahan vaksin PMK 1.500 dosis dari Ditjen Peternakan Kementerian Pertanian dan disebar ke enam pusat kesehatan hewan.

Petugas di masing-masing pusat kesehatan hewan juga langsung melakukan vaksinasi terutama terhadap sapi pedet (anakan) dan sapi pendatang baru dikandang para peternak.

"Pusat kesehatan hewan juga melakukan pengobatan terhadap sapi-sapi yang sakit dan melakukan sosialisasi kepada para peternak agar tetap menjaga kebersihan kandang, juga tidak panik," kata Junaidi.

Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo menyebutkan, petugas telah melakukan vaksinasi PMK sebanyak 354.500 dosis, dengan rincian tahun 2022 sebanyak 101.700 dosis, tahun 2023 sebanyak 167.000 dosis, tahun 2024 sebanyak 83.800 dosis.

Sedangkan pada pekan pertama Januari 2025 sebanyak 1.500 sosis, dan vaksin PMK ini diprioritaskan untuk sapi potong dan sapi perah.

Petugas dari Dinas Peternakan setempat juga melakukan penyemprotan desinfektan di tiga pasar hewan, yakni di Pasar Hewan Asembagus, Besuki, dan Sumberkolak termasuk di kandang sapi peternak.

Para peternak diimbau untuk segera melapor ke petugas kesehatan hewan terdekat bila ada sapi yang sakit, sehingga bisa segera diobati dan terhindar dari kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.