Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Insiden Penonton, Persik Terkena Denda Rp50 Juta Saat Lawan Arema FC

📅 Jumat, 03 Jan 2025, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Insiden Penonton, Persik Terkena Denda Rp50 Juta Saat Lawan Arema FC Doc: ANTARA/ Asmaul
Ket. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo di Kediri, Jawa Timur.

Kediri - Persik Kediri terkena denda Rp50 juta dari Komisi Disiplin PSSI lantaran tercatat melanggar aturan saat laga melawan Arema FC, yang berlangsung pertengahan Desember 2024 di Stadion Brawijaya, Kediri, dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo menjelaskan denda tersebut muncul karena adanya pelanggaran penonton saat pertandingan antara Persik Kediri melawan Arema FC.

"Ada dua jenis pelanggaran yang dianggap pelanggaran kode etik yakni lemparan botol air mineral dan penonton lompat pagar berusaha masuk area lapangan," katanya di Kediri, Kamis.

Ia menambahkan dua pelanggaran tersebut menimbulkan sanksi yang cukup berat yakni harus membayar denda Rp50 juta, yakni untuk lemparan botol air mineral sanksinya Rp20 juta serta penonton yang melompat pagar dendanya Rp30 juta.

Ia juga menjelaskan, untuk denda memang tergantung pelanggaran yang dilakukan. Selain dua pelanggaran tersebut, ada yang sanksinya sangat berat yakni menyalakan flare, kembang api, maupun petasan.

Dirinya menyebut satu titik kembang api didenda Rp50 juta. Maksimal ada empat titik yang didenda sehingga nominal dendanya adalah Rp200 juta.

Untuk itu, pihaknya makin intensif memberikan edukasi ke penonton demi mencegah terjadinya pelanggaran saat pertandingan.

"Kami imbau penonton untuk bisa menahan diri. Emosi oke tapi jangan sampai menimbulkan pelanggaran yang merugikan," kata dia.

Ia mengatakan, denda itu harus segera dibayarkan. Denda tersebut juga dinilai berat, di tengah proses Persik yang juga harus siap untuk pertandingan di liga 1.

"Kami terus berikan edukasi ke penonton untuk tidak berbuat yang merugikan panpel dan klub. Denda itu tidak dibuat-buat. itu regulasi dari VIVA sampai PSSI dan denda harus dibayarkan," kata Tri Widodo.

Persik menang tipis saat bertanding melawan Arema FC, Senin, 16 Desember 2024 di Stadion Brawijaya, Kediri dengan skor 1-0 dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Di luar stadion, juga sempat terjadi bersitegang antara suporter. Untuk suporter Arema FC sempat berkumpul di perbatasan Kediri-Malang, menuntut rekan mereka yang sempat diamankan petugas dikembalikan. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya bubar sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.