Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SAR Pangkalpinang Cari Kapal Nelayan Hilang Kontak di Perairan Belinyu

📅 Rabu, 01 Jan 2025, 22:33 WIB | Oleh:
SAR Pangkalpinang Cari Kapal Nelayan Hilang Kontak di Perairan Belinyu Doc: Antara

Pangkalpinang - Tim Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencari kapal nelayan asal Pulau Tujuh, Provinsi Kepulauan Riau yang dinyatakan hilang kontak di Perairan Belinyu, Bangka.

1735744647_8a2fe9949104e776c621.jpg


"Pencarian ini kami lakukan setelah menerima informasi kejadian kapal nelayan yang hilang kontak di perairan tersebut," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang I Made Oka Astawa di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan, kapal nelayan dengan panjang 12 meter dengan ciri-ciri berwarna coklat itu merupakan kapal milik nelayan Pulau Tujuh, Kabupaten Lingga, Riau yang dinakhodai Rahimmin (L/45). Pada 31 Desember 2024 sekitar pukul 05.00 WIB kapal itu berangkat dari dermaga Dam Belinyu, Kabupaten Bangka, Babel menuju Pulau Tujuh dengan membawa barang belanjaan guna persiapan perayaan tahun baru.

Keluarga korban memperkirakan kapal itu seharusnya tiba di Pulau Tujuh sekitar pukul 10.00 WIB, namun hingga sore hari tidak kunjung tiba.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian dengan menelusuri rute kapal hingga Rabu (1/1/2025), namun kapal korban tidak ditemukan.

Selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang untuk meminta bantuan pencarian terhadap kapal tersebut.

"Menerima informasi tersebut, kami segera memberangkatkan satu tim pencarian menuju lokasi kejadian guna membantu mencari keberadaan kapal korban," katanya.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk membantu proses pencarian, yaitu dengan TNI AL, Polairud, dan juga pihak keluarga korban dalam proses pencarian itu.

"Hingga saat ini proses pencarian masih dilakukan dan kami belum menemukan kapal tersebut. Untuk saat ini kondisi cuaca di perairan Babel masih kurang baik, tentunya menjadi kewaspadaan kita bersama," katanya.

Tim Basarnas dan tim gabungan akan mengupayakan semaksimal mungkin dalam pencarian terhadap korban.

"Semoga upaya pencarian terhadap korban segera membuahkan hasil dan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.

Ia mengingatkan masyarakat yang biasa melakukan aktivitas di wilayah perairan untuk selalu waspada, memperhatikan dan mempersiapkan alat keselamatan diri masing-masing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.