Pemerintah Selalu Tegaskan Kejar Swasembada Tetapi Terus Impor
Rabu, 01 Jan 2025, 10:38 WIBJAKARTA-Peneliti Mubyarto Institute Yogyakarta, Awan Santosa menegaskan, sebenarnya komitmen swasembada pangan dan energi itu sudah ada. Hal itu bisa dilihat dari pidato Presiden Prabowo saat baru dilantik beberapa waktu lalu.
Hanya saja yang dinantikan kata Awan ialah sejauhmana komitmen itu selaras dengan implementasi baik dalam bentuk kebijakan/ regulasi maupun level teknis pelaksanaan di lapangan
"Sudah ada komitmen tinggal konsistensi dari seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat pusat hingga daerah,"tegasnya. Jangan sampai pusat dan daerah ujarnya tidak sinkron.
Menurut Awan, komitmen swasembada pangan itu selalu disampaikan setiap kali ada rezim baru, namun faktanya impor pangan dan impor energi tetap saja meningkat. Awan berkaca dari tingginya impor beras dalam dua tahun terakhir, padahal komitmen swasembada itu selalu diungkapkan ke publik.
"Makanya saya tekankan perlunya konsistensi antara ucapan dan tindakan. Jangan sampai karena benturan kepentingan maka komitmen itu goyah,"tandasnya
Tak hanya itu kata Awan yang perlu diperjelas ialah bagaimana strategi tranformasi dan roadmap menuju kedaulatan pangan dan energi tersebut. Peta jalan katanya harus disiapkan agar punya tahapan yang jelas dan tidak kehilangan arah ke depannya.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan tentang pentingnya mewujudkan swasembada pangan dan energi sebagai dasar kedaulatan bangsa dalam agenda pembangunan nasional 2025-2029.
Presiden Prabowo saat menyampaikan pengarahan pada Musrenbangnas RPJMN 2025-2029 di Kementerian PPN/Bappenas Jakarta, Senin awa pekan ini mengatakan, upaya ini harus menjadi prioritas untuk memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.
"Jadi saudara-saudara, ini penting saya sampaikan karena upaya kita untuk swasembada pangan dan swasembada energi ini adalah dasar kedaulatan," katanya.
Ia menekankan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi perlindungan fisik bagi rakyat. Tanpa pangan yang cukup, negara tidak dapat menjamin keberlangsungan kehidupan warganya.
Menurut Presiden, hal itu merupakan makna dasar pembangunan nasional sesuai dengan tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
"Bagaimana kita mau melindungi segenap bangsa kalau kita tidak bisa jamin makan. Tidak ada negara, tidak ada peradaban tanpa pangan, saya ingatkan saudara-saudara sekalian," ujar Presiden.
Selain itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya alam dan tanah air sebagai bagian dari tumpah darah bangsa.
Presiden Prabowo menambahkan keberhasilan pembangunan nasional hanya dapat dicapai jika pemerintah dan seluruh elemen bangsa berpegang teguh pada nilai-nilai dasar perjuangan dan tanggung jawab bersama untuk melindungi dan mensejahterakan rakyat.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyoroti budaya skeptis segelintir kalangan yang meragukan kemampuan bangsa sendiri.
Ia menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen penuh untuk membangun kedaulatan nasional berdasarkan amanat UUD 1945 dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa. "Kita berniat baik, kita ingin memimpin bangsa ini dengan pemerintah yang bersih," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Krisis Hormuz Belum Reda, Bahlil Lapor ke Prabowo: Stok Minyak Mentah RI Masih Aman
-
Pemerintah Arab Saudi Jamin Kelancaran dan Keamanan Jemaah Haji Indonesia
-
Lindungi Kepentingan Nasional, RI Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO
-
Kesenjangan Kredit Melebar, Perbankan Dinilai Belum Berpihak ke UMKM
-
APBD 2026 Tetap Kokoh Meski Dana Bagi Hasil Dipotong
-
Percepat Sertifikasi, Kemenperin Lindungi Pasar Domestik dari Serbuan Produk Impor
-
Veda Ega Pratama Start dari Urutan Ke-17 Moto3 Spanyol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.