- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Berharap Gencatan Senja...
AS Berharap Gencatan Senjata di Gaza Tercapai dalam Waktu Dekat
Kamis, 19 Des 2024, 01:10 WIBWASHINGTON -Amerika Serikat (AS) tetap berharap bahwa kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera di Gaza dapat tercapai dalam beberapa minggu mendatang dengan upaya yang terus dilakukan untuk menjembatani perbedaan terakhir antara pihak yang terlibat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, sebagaimana dilaporkan Anadolu pada Rabu (18/12).
Miller menekankan pentingnya mencapai kesepakatan, dan mengungkapkan frustrasi atas kemunduran yang berulang dalam negosiasi. "Kami yakin bahwa kami berada pada titik di mana kami seharusnya dapat mencapai kesepakatan. Perbedaan antara kedua pihak telah dipersempit sehingga semua perbedaan yang tersisa seharusnya dapat dijembatani," kata Miller.
Kendati demikian, dia mengakui adanya tantangan dan memperingatkan bahwa negosiasi sebelumnya terhenti meskipun tampaknya sudah hampir mencapai resolusi. "Meski begitu, kami mengalami ini sebelumnya dan belum melihat kedua pihak mencapai kesepakatan," tambahnya seperti diberitakan Antara.
Sebelumnya, Miller menyatakan "optimisme hati-hati" mengenai negosiasi di ibu kota Qatar, Doha, akan mengamankan sebuah kesepakatan.
Israel yang menurut kelompok tahanan memiliki lebih dari 10.000 warga Palestina di penjara-penjaranya, memperkirakan ada sekitar 100 sandera Israel di Gaza.
Kelompok Palestina Hamas telah mengatakan bahwa 33 sandera telah tewas dalam serangan udara Israel yang tidak pandang bulu di Gaza.
Upaya mediasi yang dipimpin oleh AS, Mesir, dan Qatar untuk mencapai gencatan senjata sejauh ini gagal akibat penolakan kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan perang di Gaza.
Pemulihan Dini Suriah
Sementara itu, Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan pentingnya upaya pemulihan dan rekonstruksi setelah jatuhnya rezim Assad di Suriah yang dikaitkan dengan reformasi politik yang konkret. Berbicara di hadapan Parlemen Eropa, pada Rabu, von der Leyen menekankan bahwa bulan-bulan mendatang akan krusial dalam membentuk masa depan Suriah yang ia gambarkan sebagai penuh janji, tetapi juga penuh dengan risiko.Â
âEropa harus terlibat baik di tingkat regional maupun lokal,â katanya, sambil mengumumkan bahwa seorang diplomat senior telah dikirim ke Delegasi UE di Suriah terkait kedutaan besar blok tersebut, yang menandakan peningkatan keterlibatan Eropa. Sembari menegaskan kebijakan blok tersebut untuk tidak bekerja sama langsung dengan rezim Assad, ia mengungkapkan rencana untuk meningkatkan kontak langsung dengan Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang memimpin upaya penggulingan rezim, serta dengan faksi-faksi lainnya di lapangan.
Redaktur: M. Selamet Susanto
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
Membuat Steak Daging Kambing dan Sapi dari Bahan Daging Qurban
-
Thunder Selangkah Lagi ke Final NBA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.