Penguasa Baru Suriah akan Bubarkan Faksi Pemberontak

Rabu, 18 Des 2024, 02:59 WIB

DAMASKUS - Kelompok pemberontak Suriah akan dibubarkan, demikian janji ketua kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang memimpin penggulingan Bashar al-Assad dan kini jadi penguasa baru di Suriah, Abu Mohammed al-Jolani alias Ahmed al-Sharaa, pada Selasa (17/12).

Assad melarikan diri dari Suriah pada tanggal 8 Desember lalu, saat pemberontak yang dipimpin kelompok HTS secara kilat berhasil merebut Ibu Kota Damaskus dan mengakhiri puluhan tahun kediktatoran brutal dan perang saudara bertahun-tahun.

Ket. Foto: Seorang pria berjalan melewati poster pemimpin tersingkir Suriah, Bashar al-Assad, yang dirusak dan masih tertempel di sebuah dinding di Kota Adra, pinggiran Damaskus pada Senin (16/12) lalu. Pada Selasa (17/12), penguasa baru Suriah, Abu Mohammed al-Jola — Sumber: AFP/Aris MESSINIS

Janji Jolani itu diutarakan setelah ia berusaha meyakinkan kaum minoritas di dalam negeri dan pemerintah di luar negeri bahwa pemimpin sementara negara itu akan melindungi semua warga Suriah, serta lembaga-lembaga negara.

Dalam pertemuannya dengan anggota komunitas Druze pada Senin (16/12), Jolani mengatakan semua faksi pemberontak akan dibubarkan dan para pejuangnya dilatih untuk bergabung dengan jajaran kementerian pertahanan.

"Semua akan tunduk pada hukum," ucap Jolani dalam postingan di kanal Telegram kelompok tersebut.

Jolani juga menekankan perlunya persatuan di negara multietnis dan multiagama. "Suriah harus tetap bersatu. Harus ada kontrak sosial antara negara dan semua agama untuk menjamin keadilan sosial," ungkap dia.

Pernyataan Jolani itu muncul tak lama setelah Assad memecah kebisuannya untuk pertama kalinya sejak melarikan diri dari Suriah ke Russia, dengan mengklaim ia telah dievakuasi dari pangkalan militer atas permintaan Moskwa. Seperti telah diketahui,  Russia bersama Iran dan Hizbullah Lebanon, membantu menopang pemerintahan Assad.

"Kepergian saya dari Suriah tidak direncanakan dan tidak terjadi pada jam-jam terakhir pertempuran, seperti yang diklaim beberapa pihak," demikian pernyataan Assad di saluran Telegram miliknya.

"Moskwa meminta komando pangkalan untuk mengatur evakuasi segera ke Russia, karena ketika negara jatuh ke tangan terorisme dan kemampuan untuk memberikan kontribusi yang berarti hilang, posisi apapun menjadi tidak ada gunanya," imbuh dia.

Namun, lima mantan pejabat mengatakan kepada AFP bahwa Assad telah meninggalkan Suriah beberapa jam sebelum pasukan pemberontak merebut Damaskus.

Akhiri Sanksi

Runtuhnya kekuasaan Assad mengejutkan dunia dan memicu perayaan di seluruh Suriah dan sekitarnya, setelah tindakan kerasnya terhadap protes demokrasi pada tahun 2011 menyebabkan salah satu perang paling mematikan di abad ini.

Namun, ia meninggalkan negara yang terpuruk akibat puluhan tahun penyiksaan, penghilangan paksa, dan eksekusi singkat, serta salah urus ekonomi yang menyebabkan 70 persen penduduk membutuhkan bantuan.

Oleh karenanya kepala bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Tom Fletcher, pada Senin mendesak masuknya aliran dukungan besar-besaran ke Suriah. “Masyarakat internasional harus bersatu padu dengan rakyat Suriah,” ucap Fletcher.

Pernyataan Fletcher diungkapkan karena perekonomian Suriah masih dibatasi oleh sanksi AS dan Eropa, dan kekuatan Barat masih menimbang-nimbang cara untuk terlibat dengan HTS karena kelompok ini pernah berakar pada cabang Al-Qaeda di Suriah dan ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh beberapa pemerintah.

Dalam pertemuan dengan delegasi diplomat Inggris pada Senin, Jolani menekankan perlunya mengakhiri semua sanksi yang dijatuhkan pada Suriah sehingga para pengungsi Suriah dapat kembali ke negara mereka.

Menanggapi permintaan itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE), Kaja Kallas, menyatakan bahwa pencabutan sanksi dan penghapusan HTS dari daftar hitam UE akan bergantung pada kapan mereka melihat langkah positif, bukan sekadar kata-kata, tetapi langkah dan tindakan nyata dari pimpinan baru di Suriah. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.