Meski Tren Positif Berlanjut, Surplus Neraca Perdagangan pada November Dinilai Tak Sehat

Rabu, 18 Des 2024, 00:00 WIB

JAKARTA – Surplus perdagangan Indonesia pada November lalu dinilai tidak sehat lantaran dipengaruhi penurunan impor. Penurunan impor ditengarai akibat dampak pelemahan daya beli masyarakat. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core), Mohammad Faisal, menilai surplus neraca perdagangan sehat apabila ekspor dan impor sama-sama naik, bukan satunya naik satunya turun ataupun kedua-duanya turun.

Ket. Foto: Surplus perdagangan Indonesia pada November lalu dinilai tidak sehat lantaran dipengaruhi penurunan impor — Sumber: antara

"Kita perlu lihat surplusnya, kalau impornya turun berarti kurang sehat, kecuali kalau sama sama naik," ungkap Mohammad saat ditemui dalam acara Outlook IKFT (industri kimia farmasi dan tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Yogyakarta, Selasa (16/12).

Faisal menjelaskan rapuhnya surplus neraca perdagangan itu menggambarkan ekonomi di dalam negeri melemah. Penurunan impor mengindikasikan permintaan terhadap produk-produk dari luar negeri turun. "Artinya, konsumsi dalam negeri tirun," ucap Faisal.

Terkait surplus dagang pada November 2024, menurutnya kinerja ekspor juga turun akibat permintaan dunia melemah sebagai dampak ketegangan geopolitik. Dia menambahkan momen booming pasar komoditas global sudah lewat.

Jika ada booming komoditas, lanjutnya, hal itu hanya berpengaruh pada penduduk kelas atas, bukan kelas menengah. "Lihat saja impor November turun, artinya konsumsi kelas menengah turun," ungkap Faisal.

Tren Berlanjut

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang November 2024 surplus sebesar 4,42 miliar dollar AS yang naik sebesar 1,94 miliar dollar AS secara bulanan. "Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus 55 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ujar Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik di Jakarta, Senin (16/12).

Amalia menjelaskan surplus neraca perdagangan November 2024 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan periode sama tahun lalu (yoy). Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 55 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus ini terjadi karena kinerja ekspor yang tercatat 24,01 miliar dollar AS lebih tinggi dari impor yang tercatat 19,59 miliar dollar AS per November 2024. Ekspor Indonesia tercatat sebesar 24,01 miliar dollar AS sepanjang November 2024. Realisasi ini turun 1,70 persen dibandingkan Oktober 2024 sebesar 24,42 miliar dollar AS.

Seluruh sektor ekspor juga tercatat turun. Industri pengolahan turun 0,92 persen (mtm) menjadi 18,27 miliar dollar AS. Sektor pertambangan dan lainnya turun 3,19 persen (mtm) menjadi 3,84 miliar dollar AS. Kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan juga turun 13,37 persen (mtm) menjadi 580 juta dollar AS.

Di sisi lain, impor Indonesia pada November 2024 mencapai 19,59 miliar dollar AS atau anjlok 10,71 persen (mtm) dengan rincian di sektor migas sebesar 2,57 miliar dollar AS dan nonmigas 17,02 miliar dollar AS. Berdasarkan sektornya, impor barang konsumsi sebesar 3,55 miliar dollar AS atau turun 10,77 persen (mtm).

Bahan baku/penolong sebesar 14,02 miliar dollar AS atau turun 11,97 persen (mtm). Kemudian, sektor barang modal tercatat 2,02 miliar dollar AS atau turun 0,84 persen (mtm).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.