Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lakukan Rekomendasi Pengobatan dari IDI Borong Ini untuk Cegah Kanker Serviks

📅 Jumat, 13 Des 2024, 12:43 WIB | Oleh:
Lakukan Rekomendasi Pengobatan dari IDI Borong Ini untuk Cegah Kanker Serviks Doc: iStockphoto

Kanker serviks menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar bagi wanita di Indonesia. Data mencatat bahwa sejak tahun 2021, terdapat sekitar 36.633 kasus kanker serviks di tanah air.

Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai penyakit kedua yang paling umum menyerang wanita, berada tepat di bawah kanker payudara. Sebagai penyakit serius yang sering terlambat terdeteksi, kanker serviks memerlukan perhatian khusus, mulai dari langkah pencegahan seperti vaksinasi hingga pemeriksaan dini melalui pap smear.

Untuk itu, IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Cabang Borong dengan alamat website idiborong.org memberikan informasi seputar kanker serviks dan memberikan obat rekomendasi untuk penyembuhan penyakit tersebut.

Apa saja ciri-ciri penderita kanker serviks?

IDI Cabang Borong menjelaskan terdapat ciri-ciri pada wanita yang mengidap kanker serviks. Salah satunya adalah pendarahan pada organ intim wanita. Ciri-ciri penderita kanker serviks dapat bervariasi, tetapi beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi:

1. Perdarahan pada vagina

Salah satu ciri adanya kanker serviks adalah perdarahan pada vagina. Perdarahan yang tidak biasa pada vagina, baik selama menstruasi, antara menstruasi, atau bahkan setelah menopause.

2. Keputihan yang tidak biasa

Selain adanya perdarahan, penderita juga akan mengalami keputihan. Keputihan yang berubah warna, aromanya tidak sedap, dan teksturnya yang tidak normal. Keputihan ini mungkin berdarah dan berbau busuk.

3. Nyeri saat berhubungan intim

Penderita kanker serviks juga dapat merasakan nyeri. Nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan seksual, yang disebabkan oleh sel-sel pada leher rahim yang lebih rapuh.

4. Frekuensi buang air kecil meningkat

Sakit saat buang air kecil dan tidak bisa menahan keinginan untuk buang air kecil, yang biasanya disebabkan oleh sel kanker yang tumbuh mengelilingi leher rahim dan menyebar hingga ke kandung kemih.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.