Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kematian akibat Kanker Serviks Diprediksi Melonjak 39 Persen pada 2050

4 Rabu, 04 Nov 2026, 03:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kematian akibat Kanker Serviks Diprediksi Melonjak 39 Persen pada 2050 Kematian akibat Kanker Serviks Diprediksi Melonjak 39 Persen pada 2050 Doc: Antara
Ket. Sejumlah tenaga kesehatan berpose dalam bingkai kampanye kesadaran kanker payudara bertajuk Fight Together sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara.

Sydney - Jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker serviks di dunia diperkirakan meningkat masing-masing sebesar 20,2 persen dan 39,3 persen pada 2050, meskipun penyakit tersebut sebagian besar dapat dicegah melalui vaksinasi, pemeriksaan, dan pengobatan.

Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Australia dan sejumlah negara lain menganalisis angka kejadian, kematian, serta dampak kesehatan akibat kanker serviks di 204 negara dan kawasan selama periode 1990-2023. Mereka juga membuat pemodelan tren penyakit tersebut hingga 2050.

Menurut ringkasan studi yang dipublikasikan di situs Australian Science Media Center pada Selasa (3/11), terdapat sekitar 887.000 kasus baru dan 369.000 kematian akibat kanker serviks di seluruh dunia pada 2023.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine itu memproyeksikan jumlah kasus tahunan meningkat 20,2 persen pada 2050 dibandingkan tingkat pada 2024, menjadi sekitar 1,08 juta kasus. Sementara itu, jumlah kematian diperkirakan melonjak 39,3 persen menjadi 522.000 jiwa.

Kawasan Afrika sub-Sahara diproyeksikan mengalami peningkatan paling besar. Jumlah kasus kanker serviks di kawasan tersebut diperkirakan naik 88,7 persen, sedangkan angka kematian meningkat 95,4 persen hingga mencapai sekitar 206.000 jiwa pada 2050.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak satu pun dari tujuh kawasan global yang dievaluasi diperkirakan mampu mencapai target eliminasi kanker serviks pada 2050 apabila tren saat ini terus berlanjut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan target untuk menekan angka kejadian kanker serviks hingga kurang dari empat kasus per 100.000 perempuan. Target tersebut menjadi bagian dari upaya global untuk mengakhiri kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat.

Para peneliti menyerukan perluasan akses terhadap vaksinasi human papillomavirus (HPV), pemeriksaan atau skrining, serta pengobatan. Ketiga langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko infeksi, mendeteksi penyakit lebih awal, dan mencegah perkembangan kanker.

Namun, akses terhadap layanan pencegahan dan pengobatan masih sangat bervariasi di berbagai negara. Kondisi tersebut membuat perempuan di negara berpenghasilan rendah menghadapi risiko lebih besar dibandingkan mereka yang tinggal di negara berpenghasilan tinggi.

Pada 2023, angka kejadian kanker serviks yang telah disesuaikan berdasarkan usia di negara berpenghasilan rendah tercatat lebih dari empat kali lipat dibandingkan negara berpenghasilan tinggi. Sementara itu, angka kematian akibat penyakit tersebut di negara berpenghasilan rendah mencapai lebih dari tujuh kali lipat.

Kesenjangan tersebut menunjukkan pentingnya memperluas layanan vaksinasi HPV, skrining, dan pengobatan agar upaya pencegahan kanker serviks dapat menjangkau lebih banyak perempuan, terutama di negara-negara dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Megapolitan
Kerusakan Hidrologis Mengan...
Ekonomi
KSSK Sampaikan Kondisi Terk...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.