4 Ekor Banteng Jawa Dilepasliarkan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran

Jumat, 13 Des 2024, 14:30 WIB

PANGANDARAN - Kementerian Kehutanan melakukan Reintroduction empat ekor Banteng Jawa (Bos Javanicus). Empat ekor Banteng Jawa ini dirawat oleh Taman Safari Indonesia.

Kegiatan ini sebagai merupakan wujud nyata komitmen Taman Safari Indonesia terhadap pelestarian satwa langka endemik Indonesia.

Ket. Foto: Empat ekor Banteng Jawa ini dirawat oleh Taman Safari Indonesia. — Sumber: Koran Jakarta/Taman Safari Indonesia

Re-introduction Banteng Jawa (Bos Javanicus) ke habitat alaminya di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Kementerian Kehutanan sebagai program kerja 100 Kementerian Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Banteng Jawa merupakan spesies yang dilindungi dan berstatus endangered atau terancam punah berdasarkan daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature).

Empat Banteng yang di-reintroduction terdiri dari satu betina dari Taman Safari Prigen, satu betina dari Taman Safari Bogor, dan dua jantan dari Taman Safari Bali, yang telah tumbuh dengan baik melalui pengelolaan berstandar internasional.

“Re-introduction ini juga merupakan bagian dari Taman Safari Indonesia dalam mendukung konservasi in-situ, yakni pengembalian satwa ke habitat alaminya untuk mendukung keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan populasi Banteng Jawa di habitat aslinya,” ujar Tony Sumampau selaku Pemilik Taman Safari Indonesia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/12).

Taman Safari Indonesia menjalankan serangkaian tahapan komprehensif untuk memastikan keberhasilan program pelepasliaran empat ekor Banteng Jawa (Bos Javanicus) ke habitat alaminya di Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

Proses dimulai dengan seleksi satwa, di mana Banteng Jawa yang dipilih adalah individu dengan kondisi kesehatan prima, kemampuan adaptasi tinggi, dan rekam jejak genetis unggul.

Selanjutnya, dilakukan persiapan habitat, meliputi survei mendalam dan penyesuaian lingkungan, memastikan habitat dilengkapi dengan sumber air, pakan alami, serta perlindungan dari predator.

Sebelum dilepasliarkan, satwa melalui proses adaptasi di zona karantina untuk beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan baru. Setelah pelepasliaran, pemantauan pasca-pelepasliaran dilakukan secara intensif oleh tim Life & Science Taman Safari Indonesia dan BKSDA Jawa Barat, menggunakan teknologi GPS collar dan patroli rutin, untuk memastikan satwa dapat bertahan dan berkembang di alam liar.

Pendekatan holistik ini mencerminkan dedikasi Taman Safari Indonesia dalam mendukung pelestarian satwa langka secara berkelanjutan Banteng Jawa merupakan salah satu spesies banteng yang hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa dan Bali.

Satwa ini memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem hutan tropis sebagai penyebar biji dan pengendali vegetasi. Namun, perburuan liar dan kerusakan habitat telah mengancam populasi mereka di alam liar.

Taman Safari Indonesia senantiasa melibatkan pengunjung dalam berbagai aktivitas yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan perlindungan satwa. Dengan pendekatan yang menggabungkan hiburan dan pendidikan, Lembaga ini terus berupaya menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai dan melindungi satwa liar.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.