Pemerintah Berkomitmen Kurangi Kesenjangan Pendidikan
Sabtu, 07 Des 2024, 03:03 WIBKemendikdasmen berkomitmen mengurangi kesenjangan pendidikan antara Pulau Jawa dan luar Jawa khususnya Indonesia Timur melalui kebijakan inklusif dan berbasis pada kebutuhan daerah.
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muâti, berkomitmen mengurangi kesenjangan pendidikan. Menurutnya, saat ini masih ada kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

âHal ini menjadi perhatian utama kami, dan kami berkomitmen untuk mengurangi kesenjangan tersebut melalui kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis pada kebutuhan daerah,â ujar Muâti, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (6/12).
Muâti menyebut, pihaknya mengoptimalkan peran badan-badan yang terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan, seperti Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak, dan Unit Pelayanan Teknis di bawah Kemendikdasmen di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal ini penting khususnya di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Dia melanjutkan, salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan elemen kunci dalam menciptakan pendidikan yang bermutu.
âGuru adalah ujung tombak pendidikan. Karena itu, kami fokus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka, baik dalam pengajaran maupun pembimbingan dan pengembangan karakter siswa,â jelasnya.
Muâti mengatakan, salah satu tantangan terbesar kementeriannya yaitu memastikan seluruh anak Indonesia, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan, memperoleh pendidikan yang berkualitas. Meski begitu, pihaknya siap memberikan pendidikan bermutu untuk semua. âBerarti tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas,â katanya.
Dia menekankan, komitmen tersebut berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yang memberikan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Pihaknya akan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu tujuan utama pemerintah dalam mengelola pendidikan.
âKami berupaya agar setiap anak di Indonesia, di manapun mereka berada, dapat mengakses pendidikan yang relevan dan berkualitas, baik dalam hal kurikulum, metode pengajaran, maupun infrastruktur pendidikan,â terangnya.
Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, menekankan pentingnya pemerataan pembangunan pendidikan di seluruh Indonesia, terutama di wilayah Indonesia Timur yang selama ini sering terabaikan. Pihaknya akan memastikan pembangunan pendidikan di Indonesia Timur tidak tertinggal.
âDengan semangat Indonesia Sentris, kami akan terus bekerja keras demi meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T untuk menciptakan SDM unggul dan kompetitif,â Âtuturnya.
Peran Sentral Guru
Sementara itu, Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memberikan apresiasi bagi para guru inspiratif yang berdedikasi dalam menciptakan pendidikan berkualitas, inklusif, dan adaptif di satuan pendidikan khusus.
Dirjen GTK Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan peran sentral guru sebagai pengajar, pendidik maupun fasilitator pembelajaran menjadi lebih kompleks pada satuan pendidikan khusus, utamanya bagi guru penyandang Âdisabilitas.
âTugas mereka menjadi lebih kompleks bagi guru yang bekerja pada satuan pendidikan khusus dan/atau guru penyandang disabilitas karena menghadapi tantangan yang unik dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif bagi peserta didik,â kata Dirjen GTK Kemendikdasmen Nunuk Suryani dalam kegiatan bertajuk Penghargaan kepada Guru dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional Tahun 2024 di Jakarta pada Jumat. ruf/S-2
- Kesenjangan Pendidikan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.