Empat Nelayan Thailand Akhirnya Dibebaskan Myanmar

Sabtu, 07 Des 2024, 02:40 WIB

BANGKOK - Myanmar telah membebaskan empat nelayan Thailand hampir sepekan setelah sebuah kapal Angkatan Laut Myanmar menembaki dan menahan kapal mereka atas apa yang dikatakan Myanmar sebagai pelanggaran terhadap wilayah perairannya di Laut Andaman, demikian ungkap pejabat dari Thailand pada Jumat (6/12).

Pada insiden penembakan pada 30 November lalu, seorang nelayan tenggelam setelah melompat ke laut dan dua lainnya terluka ketika sebuah kapal Myanmar melepaskan tembakan di perairan dekat perbatasan kedua negara.

Ket. Foto: Seorang nelayan Thailand yang terluka dievakuasi di sebuah pelabuhan di kota perbatasan Ranong, Thailand, pada 30 November lalu, setelah terjadi insiden penembakan oleh kapal AL Myanmar. Pada Jumat (6/12), empat nelayan Thailand dibebaskan oleh Myanmar. — Sumber: AFP/Royal Thai Navy's Third Naval Area Command

“Pihak Myanmar telah membebaskan keempat warga negara Thailand yang kemudian dibawa ke pos pemeriksaan imigrasi di Kawthoung-Ranong untuk diproses,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, pada Kamis (5/12) malam.

Keempat nelayan tersebut dibebaskan di Kota Kawthoung, Myanmar selatan, dan akan menyeberangi perbatasan menuju Kota Ranong, Thailand, kata kementerian Thailand.

Para pejabat Thailand mengatakan prosedur konsuler sedang dilakukan sebelum keempatnya dikembalikan.

Thailand dan Myanmar memiliki beberapa area perselisihan di perbatasan darat mereka yang panjang dan juga di perbatasan maritim mereka di Laut Andaman, di ujung selatan Myanmar dan barat daya Thailand, dan perselisihan kadang-kadang berkobar.

Pada Senin (2/12) lalu Thailand memanggil Duta Besar Myanmar untuk memprotes apa yang dikatakannya sebagai penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap para nelayan dan menuntut pembebasan keempat warga Thailand tersebut. Warga negara Myanmar yang bekerja di kapal Thailand itu juga ditahan, tetapi nasib mereka tidak diketahui.

Para nelayan yang ditahan berada di salah satu dari tiga kapal Thailand yang ditembaki oleh Angkatan Laut Myanmar pada dini hari tanggal 30 November. Dua kapal lainnya berhasil melarikan diri.

Nakhoda salah satu kapal yang berhasil lolos mengatakan bahwa Angkatan Laut Myanmar melepaskan tembakan terhadap mereka tanpa pandang bulu.

Pembelaan Militer

Sebelumnya, para pejabat di Komando Armada Angkatan Laut Ketiga Thailand melaporkan bahwa rekan-rekan mereka di Myanmar mengatakan bahwa kapal-kapal Thailand telah masuk hingga 9 kilometer ke dalam perairan Myanmar.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, mengatakan bahwa fakta-fakta tersebut harus dipastikan kebenarannya.

Juru bicara junta militer Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, membela tindakan angkatan lautnya dengan mengatakan bahwa pasukan Myanmar harus mewaspadai adanya penyusupan pemberontak.

Ini bukanlah insiden pertama di wilayah yang disengketakan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2020, Myanmar menahan sebuah kapal nelayan Thailand yang membawa 20 turis Thailand dan Tiongkok, dengan alasan bahwa kapal tersebut telah memasuki perairan Myanmar secara ilegal. Myanmar menahan para turis tersebut selama satu bulan sebelum akhirnya dibebaskan setelah negosiasi. RFA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.