Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peningkatan Status Patiayam Perlu Didukung Kolaborasi Riset

📅 Rabu, 04 Des 2024, 17:20 WIB | Oleh:
Peningkatan Status Patiayam Perlu Didukung Kolaborasi Riset Doc: (ANTARA/Yusuf Nugroho/tom)
Ket. Petugas pelestari Situs Patiayam mengukur panjang fosil gading gajah purba (Stegodon trigenochepalus) yang ditemukan dalam penggalian di Pegunungan Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (14/11).

JAKARTA - Kepala Pusat Riset Arkeologi, Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Marlon Ramon Nicolay Ririmase menekankan pentingnya kolaborasi riset untuk mendukung upaya peningkatan status Situs Patiayam di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah, menjadi cagar budaya nasional.

"Sebetulnya apa yang dihadapi di Patiayam itu kurang lebih sama dengan sejumlah kasus yang juga kami temui di berbagai daerah yang ada di Indonesia, yang kemudian menjadi semacam catatan mungkin ya untuk pentingnya kolaborasi riset begitu," kata Marlon dalam diskusi daring Forum Diskusi Denpasar 12 bertajuk "Situs Patiayam Menuju Cagar Budaya Nasional" yang diikuti pada Rabu.

Kolaborasi riset yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, menurut dia, dibutuhkan untuk mendukung percepatan pengusulan situs purbakala menjadi cagar budaya nasional maupun peningkatan upaya pelestarian situs sejarah dan budaya serta pengembangan keilmuan.

Dia mencontohkan, kolaborasi yang melibatkan sektor privat dalam upaya pemulihan situs warisan dunia di Kota Paris, Prancis, dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan Situs Patiayam.

Marlon menjelaskan bahwa situs purbakala Patiayam telah ditetapkan sebagai cagar budaya provinsi sejak tahun 2019 dan dalam beberapa tahun terakhir statusnya diupayakan meningkat menjadi cagar budaya nasional.

Namun, upaya untuk meningkatkan status situs purbakala tersebut menjadi cagar budaya nasional dalam empat tahun terakhir masih menghadapi kendala administrasi dan dukungan dalam bentuk kolaborasi riset.

Balai Arkeologi Yogyakarta dari tahun 2005 hingga 2016 melakukan penelitian mendalam di Situs Patiayam dan menghasilkan rekomendasi ilmiah seperti delineasi kawasan yang layak dilindungi.

Marlon menyampaikan bahwa percepatan pengusulan Situs Patiayam sangat bergantung pada dukungan kolaborasi riset yang sistematis.

Menurut dia, BRIN menjalankan skema riset multi-tahun dan program kerja sama dengan universitas guna mendukung peningkatan pengelolaan situs purbakala tersebut. BRIN juga membuka peluang kolaborasi riset internasional.

Marlon mengatakan bahwa edukasi untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap upaya pelestarian peninggalan sejarah dan budaya seperti Situs Patiayam juga tidak kalah penting. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.