Birokrasi Adalah Mesin Pembangunan
Senin, 02 Des 2024, 02:11 WIBJAKARTA - Menteri PendaÂyaÂgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan bahwa birokrasi adalah mesin pembangunan sehingga reformasi birokrasi tidak hanya tentang perbaikan tata kelola internal.
âReformasi birokrasi fokus pada upaya efisiensi internal serta penyelesaian isu-isu strategis pembangunan naÂsional seperti kemiskinan dan investasi,â kata Menteri Rini di Jakarta, Minggu (1/12).
Menurut dia, reformasi birokrasi tidak hanya tentang perbaikan tata kelola internal birokrasi, tetapi juga tentang bagaimana kualitas kebijakan yang dikeluarkan.
Kebijakan itu, kata Menteri Rini, harus dirasakan langsung dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. âMaka dari itu, kita harus mampu mengadaptasi pendekatan human based goÂvernance dan transformasi Âdigital,â tuturnya.
Rini mengatakan bahwa peÂlaksanaan reformasi birokrasi menunjukkan peningkatan yang baik. Tren rata-rata Indeks Reformasi Birokrasi meÂnunjukkan angka peningkatan, baik di kementerian/lembaga maupun di provinsi/kabuÂpaten/kota.
Menurut dia, rata- rata Indeks RB di kementerian/lembaga pada tahun 2023 sebesar 76,81, kemudian  pada tahun 2014 tercatat 52,31. Sementara itu, pada provinsi sebesar 69,71 sebelumnya hanya 41,62, sedangkan di kabupaten/kota menjadi 59,32 sebelumnya 55,97.
Gambaran 5 tahun terakhir reformasi birokrasi Indonesia, lanjut Rini, juga telah berkontribusi nyata pada berbagai capaiÂan dalam skala global yang mengantarkan ÂIndonesia pada posisi yang cukup kompetitif deÂngan berbagai negara di dunia.
Pertama, berdasarkan WorldÂwide Governance Indicators, Indonesia berhasil naik peringkat dari 99 (2017) ke 73 (2022) untuk Government Effectiveness serta naik peringkat dari 94 ke 87 untuk Regulatory Quality.
Kedua, peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index naik dari peringkat 85 (2019) menjadi 54 (2024). Ketiga, peringkat Electronic Government Development Index (EGDI) Indonesia naik dari peringkat 107 (2017) menjadi 64 (2024). Keempat, peringkat Indonesia dalam perspektif sektor bisnis juga tidak kalah bersaing deÂngan negara-negara lain.
âMelalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi, bisa menciptakan birokrasi yang inovatif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,â kata Menteri Rini melalui keterangan Âtertulis. Ant/and
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Serie A Italia: Inter Tersandung di San Siro, Napoli Menang Dramatis Saat McTominay Kembali Bermain
-
Tetap Adaptif, Pemprov DKI Terapkan Skema WFO dan WFA bagi ASN Pascalibur Idulfitri
-
Dukcapil DKI Jakarta Sabet Penghargaan Nasional, Rekor Perekaman E-KTP Tembus 100 Persen
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
Ledakan Terjadi di Masjid Raya Pesona Jember, Kapolda Jatim: Situasi Terkendali
-
Dua Negara Ajukan Impor Urea, Mentan Sebut Indonesia Produsen Global Strategis
-
Tingkatkan Kualitas Tata Pelayanan Publik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.