Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stasiun Penelitian Bulan Jadi Tempat Lahirnya Talenta Antariksa

📅 Sabtu, 30 Nov 2024, 03:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stasiun Penelitian Bulan Jadi Tempat Lahirnya Talenta Antariksa Doc: ANTARA/Xinhua/Jin Liangkuai
Ket. Gambar yang diambil dari video animasi di Pusat Kontrol Dirgantara Beijing pada 25 Juni 2024 ini menunjukkan kembalinya wahana Chang'e-6 yang mendarat di Bumi.

HANGZHOU - Stasiun Penelitian Bulan Internasional (International Lunar Research Station/ILRS), yang diprakarsai oleh Tiongkok dan melibatkan sejumlah negara, menjadi tempat lahirnya talenta-talenta antariksa dalam (deep space) internasional, ungkap kepala pendidikan antariksa regional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tiongkok sedang gencar mendorong pendidikan dan pelatihan talenta-talenta untuk ILRS. Banyak universitas ternama di Tiongkok telah membentuk sistem pendidikan kelas dunia lewat upaya bertahun-tahun, yang menghadirkan fakultas, kurikulum, dan lingkungan penelitian yang terkemuka di dunia.

Universitas-universitas tersebut juga telah melatih banyak engineer dan ilmuwan antariksa yang unggul bagi dunia, kata Jing Guifei, wakil direktur regional di Pusat Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Antariksa di Asia dan Pasifik (Center for Space Science and Technology Education in Asia and the Pacific/CSSTEAP) yang terafiliasi dengan PBB.

Pusat regional itu berencana memanfaatkan sumber daya kedirgantaraan universitas-universitas di Tiongkok selama satu dekade mendatang untuk menawarkan program pendidikan dan pelatihan talenta internasional yang ekstensif bagi semua negara maupun organisasi partisipan ILRS, demikian diumumkan oleh Jing dalam konferensi tiga hari yang diadakan untuk memperingati 10 tahun terbentuknya CSSTEAP.

ILRS merupakan proyek visioner yang bertujuan membentuk sistem yang dapat diperluas dan dikelola yang mampu melakukan operasi robotik jangka panjang dengan partisipasi manusia jangka pendek di Bulan, tutur Ling Fei, wakil direktur pusat kerja sama dan pertukaran internasional di Laboratorium Eksplorasi Luar Angkasa Dalam (Deep Space Exploration Laboratory).

Bertempat di Universitas Beihang, CSSTEAP merupakan pusat keenam yang didirikan di bawah naungan Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (United Nations Office for Outer Space Affairs). Per September 2024, CSSTEAP telah mendidik 395 mahasiswa tingkat magister dan doktoral dari 33 negara, serta telah menyelenggarakan lebih dari 30 kursus pelatihan jangka pendek, yang melatih lebih dari 2.000 partisipan dari 70 lebih negara.

Terlibat Pelatihan

Hingga saat ini, beberapa universitas di Tiongkok telah terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan ILRS, seperti Universitas Beihang, Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok, Northwestern Polytechnical University, dan lainnya, tutur Jing.

Dia menyampaikan bahwa program-program itu akan mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk teknik antariksa, ilmu Bulan, serta manajemen proyek yang dirancang untuk strata pendidikan magister dan doktoral.

"Melalui integrasi yang erat antara teori dan praktik, kami menargetkan untuk mendidik talenta-talenta teknik, ilmiah, dan manajemen kelas atas, yang mampu memimpin eksplorasi antariksa dalam serta pengembangan teknologi di masa depan bagi semua negara partisipan," ujar Jing.

Doktor Seyi Festus Olatoyinbo, seorang engineer yang menjabat sebagai direktur eksekutif di Pusat Regional Afrika untuk Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Antariksa Berbahasa Inggris, yang terafiliasi dengan PBB, mengatakan bahwa pihaknya antusias terkait fakta bahwa Tiongkok memimpin kajian-kajian penelitian Bulan.

"Kami dapat menyertakan pakar-pakar untuk bergabung dengan program-program tersebut dan melatih generasi muda tentang apa saja yang akan dilibatkan dalam penelitian Bulan. Saya sangat antusias bermitra dengan Tiongkok dalam upaya-upaya pendidikan dan pelatihan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.