- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Filipina Tegaskan...
Presiden Filipina Tegaskan Tak Ada Manfaat Meminta Wapres Duterte Dimakzulkan
Sabtu, 30 Nov 2024, 01:10 WIBIstanbul - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Jumat menolak semua proses pemakzulan yang mungkin dilakukan terhadap Wakil Presiden Filipina Sara Duterte.
"(Pemakzulan Sara Duterte) tidak akan menguntungkan rakyat Filipina," kata Marcos, seraya menambahkan: "Sejauh yang saya ketahui, itu hal yang terlalu berlebihan."
Pernyataan Marcos muncul setelah polisi mengajukan kasus terhadap Duterte atas ancaman publik terhadap Marcos, istrinya Liza Araneta-Marcos, dan Ketua DPR Martin Romualdez.
Beberapa anggota parlemen telah menyerukan pengajuan mosi pemakzulan terhadap Duterte di Kongres.
Duterte menuduh Romualdez, sepupu Marcos, menginginkannya mati karena melihat Duterte sebagai "ancaman terbesar" terhadap hasrat Romualdez untuk pemilihan presiden 2028.
Wakil presiden dijadwalkan untuk hadir di hadapan Biro Investigasi Nasional atas kasus tersebut pada Jumat, yang tidak dihadirinya.
Duterte juga menghadapi sidang kongres atas dugaan penyalahgunaan dana anggaran.
Marcos dan Duterte merupakan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum 2022 dan memenangkan masa jabatan selama enam tahun.
Aliansi tersebut telah berakhir dalam beberapa bulan terakhir, yang menyebabkan Duterte mengundurkan diri pada Juni dari Kabinet Marcos, tempat dia memegang jabatan di bidang pendidikan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid
-
Ipang Lazuardi Rilis OST Resmi Film “Operasi Pesta Copet”
-
Blueberry: Buah Kecil yang Punya Khasiat Besar untuk Tulang
-
Priskila Luncurkan Extrait de Parfum Premium Murah di Jakarta X Beauty 2026
-
Korban Tewas Gempa Filipina Meningkat Jadi 46 Orang
-
Menko Pangan Anugerahkan Gelar Pelabuhan Terbaik Nasional kepada Petrokimia Gresik.
-
Hari Ini Gunung Semeru Erupsi Tiga Kali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.