Korsel Konfirmasi Kematian 500 Tentara Korut

Selasa, 26 Nov 2024, 02:59 WIB

SEOUL - Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) pada Senin (25/11) mengatakan bahwa pihaknya memiliki informasi intelijen khusus bahwa pasukan Korea Utara (Korut) di Russia telah menjadi korban, namun tidak mengomentari laporan media yang menyebutkan bahwa 500 tentara Korut telah terbunuh dalam serangan misil Inggris di Russia.

AS dan Korsel sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Korut telah bertempur melawan pasukan Ukraina di Kursk. AS memperkirakan lebih dari 10.000 tentara Korut telah dikirim ke Kursk dan mereka telah memulai operasi tempur bersama pasukan Russia, walau pihak Kremlin maupun Pyongyang belum mengkonfirmasi tentang kehadiran pasukan Korut ini.

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un, memberi hormat pada pasukan militer dalam sebuah acara di Pyongyang pada 21 November lalu. Sejumlah media pada awal pekan ini melaporkan bahwa ratusan tentara Korut yang dikirimkan ke Russia telah tewas dalam serangan misil — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

Video yang diedarkan oleh blogger perang pro-Russia mengindikasikan bahwa 12 misil Storm Shadow milik Inggris menghantam target yang diyakini sebagai markas komando di desa Maryno pada Rabu (20/11) pekan lalu.

“Lokasi target misil mungkin telah digunakan oleh perwira Korut dan Russia,” demikian yang dilaporkan outlet media militer Global Defense Corp.

Laporan media tersebut mengatakan sekitar 500 pasukan Korea Utara tewas dan 3 lainnya terluka dalam serangan itu, dan menambahkan bahwa korban luka itu termasuk 2 perwira dan seorang perempuan yang diduga kuat adalah seorang penerjemah.

Media Ukraina, RBC, juga melaporkan bahwa serangan udara tersebut juga telah menewaskan 18 warga Russia dan melukai 33 orang lainnya.

Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS), meskipun mengkonfirmasi bahwa mereka memiliki informasi intelijen khusus untuk mengkonfirmasi korban dari Korut, tidak memberikan perkiraan jumlah korban.

Secara terpisah, The Wall Street Journal (WSJ), mengutip para pejabat Barat, mengatakan bahwa serangan terhadap markas komando tersebut juga menewaskan seorang pejabat tinggi Korut. Militer Ukraina mengkonfirmasi penggunaan misil Inggris tersebut, sementara Inggris belum memberikan komentar.

Peringatan Russia

Sementara itu pada Minggu (24/11) Russia memperingatkan bahwa pihaknya akan merespons dengan keras jika Korsel memasok senjata mematikan ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu akan sepenuhnya menghancurkan hubungan kedua negara.

“Seoul harus menyadari bahwa kemungkinan penggunaan senjata Korsel untuk membunuh warga Russia akan sepenuhnya menghancurkan hubungan antara kedua negara,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Russia, Andrey Rudenko, dalam sebuah sesi wawancara dengan kantor berita TASS.

“Tentu saja, kami akan merespons dengan segala cara yang kami anggap perlu. Hal ini tidak mungkin akan memperkuat keamanan Korsel,” imbuh dia.

Sebelumnya Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada tanggal 7 November bahwa meskipun Seoul telah memberikan dukungan kemanusiaan dan ekonomi kepada Ukraina, situasinya telah berubah dengan pengerahan pasukan Korut ke Russia.

“Jika militer Korut mendapatkan pengalaman dalam perang modern, hal itu dapat menjadi masalah kritis bagi keamanan kita,” kata Presiden Yoon. KBS/RFA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.