Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Parlemen Australia Siapkan RUU Pelarangan Media Sosial untuk Anak Di Bawah 16 Tahun

📅 Jumat, 22 Nov 2024, 12:57 WIB | Oleh:
Parlemen Australia Siapkan  RUU Pelarangan Media Sosial untuk Anak Di Bawah 16 Tahun Doc: Istimewa
Ket. Hampir dua pertiga warga Australia berusia 14 hingga 17 tahun telah melihat konten yang sangat berbahaya secara daring termasuk penyalahgunaan narkoba, bunuh diri atau melukai diri sendiri serta materi kekerasan.

MELBOURNE -  Menteri Komunikasi Australia, Michelle Rowland, pada hari Kamis (21/11), memperkenalkan ke Parlemen rancangan undang-undang pertama di dunia  yang akan melarang anak-anak di bawah 16 tahun untuk menggunakan media sosial, dengan mengatakan bahwa keselamatan daring adalah salah satu tantangan terberat bagi orang tua.

Dikutip dari Associated Press (AP) News,  Rowland mengatakan, TikTok, Facebook, Snapchat, Reddit, X, dan Instagram termasuk di antara platform yang akan menghadapi denda hingga 50 juta dolar Australia jika mengalami kegagalan sistemik untuk mencegah anak-anak kecil memiliki akun.

“RUU ini berupaya menetapkan nilai normatif baru dalam masyarakat bahwa mengakses media sosial bukanlah ciri khas tumbuh kembang di Australia,” kata Rowland kepada Parlemen.

 "Ada pengakuan luas bahwa sesuatu harus dilakukan dalam jangka pendek untuk membantu mencegah remaja dan anak-anak terpapar aliran konten tanpa filter dan tanpa batas," tambahnya.

Pemilik X, Elon Musk memperingatkan bahwa Australia bermaksud untuk melangkah lebih jauh. "Sepertinya ini cara terselubung untuk mengendalikan akses ke Internet oleh semua warga Australia," kata Musk di platformnya. 

RUU tersebut mendapat dukungan politik yang luas. Setelah menjadi undang-undang, platform akan memiliki waktu satu tahun untuk mencari cara menerapkan pembatasan usia.

"Bagi banyak warga muda Australia, media sosial bisa berbahaya," kata Rowland.

"Hampir dua pertiga warga Australia berusia 14 hingga 17 tahun telah melihat konten yang sangat berbahaya secara daring termasuk penyalahgunaan narkoba, bunuh diri atau melukai diri sendiri serta materi kekerasan. Seperempatnya telah terpapar konten yang mempromosikan kebiasaan makan yang tidak aman."

Penelitian pemerintah menemukan bahwa 95 persen pengasuh Australia menganggap keamanan daring sebagai salah satu "tantangan pengasuhan terberat" mereka, katanya. Media sosial memiliki tanggung jawab sosial dan dapat melakukan yang lebih baik dalam mengatasi bahaya di platform mereka, tambahnya.

 “Ini tentang melindungi kaum muda, bukan menghukum atau mengisolasi mereka, dan memberi tahu orang tua bahwa kami mendukung mereka dalam hal mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak-anak mereka,” kata Rowland.

Para ahli kesejahteraan anak dan internet telah menyuarakan keprihatinan tentang larangan tersebut, termasuk mengisolasi anak berusia 14 dan 15 tahun dari jaringan sosial daring mereka yang sudah ada.

Rowland mengatakan, tidak akan ada batasan usia yang diberlakukan pada layanan pengiriman pesan, permainan daring, atau platform yang secara substansial mendukung kesehatan dan pendidikan pengguna.

“Kami tidak mengatakan tidak ada risiko pada aplikasi pengiriman pesan atau permainan daring. Meskipun pengguna masih dapat terpapar konten berbahaya oleh pengguna lain, mereka tidak menghadapi kurasi konten algoritmik dan manipulasi psikologis yang sama untuk mendorong keterlibatan yang hampir tak terbatas,” katanya.

Pemerintah mengumumkan minggu lalu bahwa sebuah konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Inggris, Age Check Certification Scheme, telah dikontrak untuk memeriksa berbagai teknologi guna memperkirakan dan memverifikasi usia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.