Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Tujuannya Kenapa UGM Latih 80 Petugas Pencatat Serapan Karbon Pada Mangrove

📅 Jumat, 22 Nov 2024, 00:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini Tujuannya Kenapa UGM Latih 80 Petugas Pencatat Serapan Karbon Pada Mangrove Doc: ANTARA/Aswaddy Hamid
Ket. Anggota kelompok pengelola mangrove berpatroli di sekitar kawasan hutan konservasi mangrove Teluk Pambang, Bengkalis, Riau, Selasa (9/7/2024).

Yogyakarta - Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup melatih sebanyak 80 orang dari berbagai daerah sebagai pencatat serapan karbon pada tanaman mangrove.

"Kita memberikan pelatihan kemampuan untuk mengestimasi, menghitung jumlah karbon yang tersimpan dalam pohon mangrove," kata dosen Fakultas Geografi UGM Muhammad Kamal dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis.

Pelatihan bertajuk "Ecosystem-Based Approach (Eba) untuk Konservasi Mangrove dan Pemetaan Stok Karbon Permukaan dalam rangka Mendukung Program Indonesia's Folu Net Sink 2030" itu berlangsung 19-22 November 2024 di Yogyakarta.

Menurut Kamal, mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon baik di pohon mangrove itu sendiri maupun di tanah di mana ia tumbuh.

Hal ini menjadikan mangrove memiliki potensi yang besar dalam mengurangi emisi karbon yang diproduksi di Indonesia.

"Mangrove ini memiliki potensi untuk menyimpan karbon, jadi sebagai carbon sink. Di pohonnya dan juga di tanahnya, di bawahnya. Di tanahnya itu justru lebih banyak. Sekitar 70-80 persen penyerapan karbon itu justru di tanahnya," ujar dia.

Menurut dia, keberadaan hutan mangrove potensial meningkatkan serapan karbon sehingga Indonesia memiliki peran cukup signifikan dalam mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global.

Meskipun demikian, Kamal mengakui pencatatan soal pemetaan stok karbon yang dihasilkan oleh mangrove ini belum sepenuhnya dikuasai dengan baik karena memerlukan keahlian dan keterampilan.

Menurut dia, para peserta pelatihan yang berasal dari berbagai instansi ini diharapkan membawa keahlian yang sudah dikuasai kembali ke daerah asal mereka dan menggunakannya untuk menghitung jumlah carbon sink yang diserap oleh mangrove di daerah masing-masing.

"Supaya jumlah emisi karbon yang berkurang karena adanya mangrove di berbagai daerah di Indonesia dapat diketahui," ujar dia.

Kamal berharap kelestarian dari pohon mangrove dapat terus terjaga, sehingga melalui mangrove, Indonesia memiliki kontribusi yang signifikan di kancah Internasional dalam penanganan isu perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.