- Home
-
- Megapolitan
-
- Jakbar Bersama Spesialis I...
Jakbar Bersama Spesialis Intervensi 400 Balita Terindikasi Stunting
Senin, 18 Nov 2024, 17:27 WIBJAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat bekerja sama dengan 20 dokter spesialis melakukan intervensi terhadap 400 balita yang terindikasi mengalami stunting.
Kepala Sub Kelompok Kesehatan dan Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Bagian Kesra Setko Jakarta Barat, Endang Tri Rahayu menyebut dokter-dokter spesialis tersebut didatangkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), rumah sakit, dan fakultas kedokteran sejumlah perguruan tinggi.
"Kolaborasi melibatkan 20 dokter spesialis anak yg berasal dari RSUD, RS di Jakbar, dan Universitas yg memiliki Fakultas Kedokteran seperti Universitas Trisakti, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Ukrida," kata Endang saat dihubungi di Jakarta pada Senin.
Intervensi dilakukan lewat program bertajuk "Dijemput, Diperiksa, Diberikan nutrisi, dan Diantar pulang" atau 4D.
Endang mengatakan 400 balita terindikasi stunting di wilayah Jakarta Barat dijemput lalu diperiksa oleh para spesialis dalam program yang dimulai pada Agustus 2024 tersebut.
"Pemeriksaannya meliputi konfirmasi tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, konfirmasi hasil cek laboratorium darah," kata Endang.
Dari pemeriksaan tersebut, program dilanjutkan dengan pemberian nutrisi berupa Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) dari RSUD dan bahan pangan olahan ikan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat serta kudapan bergizi dari Perumda PAM Jaya.
"Sebagian besar terkonfirmasi stunting, sehingga pemberian PKMK dilanjutkan dan diperiksa dua minggu sekali di rumah sakit. Hingga kini masih terus berjalan. Rujukan ke rumah sakit, pemantauan pertumbuhan di posyandu (untuk balita terkonfirmasi stunting)," kata Endang.
Endang menambahkan  balita di Jakarta Barat berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2022 berjumlah 94.892
"Sementara untuk prevalensi stunting Jakbar sesuai Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 adalah sebanyak 18.1 persen," kata Endang.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Zelensky Siap Kooperatif di Rencana Perdamaian AS, Tapi Eropa Bilang Itu Pengkhianatan
-
Kemenperin Tegaskan Manufaktur Indonesia Tak Alami Deindustrialisasi
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Ingatkan Pemudik Jaga Kesehatan dan Keselamatan Saat Perjalanan
-
Buka Diklat Satgas, Fahira Idris: Menuju Satu Dekade, Bang Japar Terus Berbuat dan Semakin Bermanfaat
-
Perhatian! Ada Badai Geomagnetik 12-14 November, BMKG Ungkap Tak Berdampak Signifikan di RI
-
Polandia Enggan Percepat Penerimaan Ukraina sebagai Anggota UE
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.