PM Hongaria: Petani Tidak Boleh Menanggung Beban Perubahan Iklim

Kamis, 14 Nov 2024, 00:02 WIB

LONDON - Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban  menegaskan para petani tidak boleh menanggung beban biaya dalam upaya melawan perubahan iklim. Kalangan petani tidak bisa mengorbankan baik industri maupun sektor pertanian dalam proses transisi hijau.

“Kita harus terus memajukan transisi hijau sambil tetap mempertahankan penggunaan gas alam, minyak, dan energi nuklir,” kata  Orban dalam pidato yang disampaikan di Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP29) di ibu kota Azerbaijan, Baku, Selasa (12/11).

Ket. Foto: PM Hungaria mengatakan para petani tidak boleh menanggung biaya dalam upaya melawan perubahan iklim. — Sumber: ANTARA/Anadolu

Seperti dikutip dari Antara, Orban menekankan Hongaria termasuk sedikit negara yang berhasil meningkatkan kinerja ekonominya sambil mengurangi emisi dalam beberapa tahun terakhir. Dalam proses ini mereka tidak bisa mengorbankan industri maupun pertanian.

“Beban perubahan iklim tidak seharusnya ditanggung oleh para petani kita. Petani adalah tulang punggung ekonomi dan masyarakat kita,” tambahnya.

Orban melanjutkan transisi hijau dan perjuangan melawan perubahan iklim tidak boleh dilakukan dengan merugikan komunitas bisnis, tetapi harus dilakukan bersama-sama.

Ia menekankan perlunya jaminan keuangan yang jelas dan investasi yang signifikan.

“Kebijakan iklim kita harus dipandu oleh pertimbangan yang hati-hati dan akal sehat, bukan oleh alarm ideologis atau kepanikan. Setiap langkah harus sejalan dengan pendapat dan kepentingan warga Eropa,” tambahnya.

Dalam pidatonya di acara tersebut, PM Inggris Keir Starmer mengatakan bahwa aksi iklim adalah “inti” dari misi pemerintahnya untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan Inggris dan dunia.

“Aksi untuk iklim saat ini adalah jalur menuju pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, lapangan kerja yang lebih baik, dan keamanan nasional jangka panjang untuk mencapai Kesepakatan Paris dan menjaga suhu tetap di bawah 1,5 derajat Celsius,” tambahnya.

Starmer menjelaskan mereka telah meluncurkan Great British Energy untuk meningkatkan ketahanan energi dan menciptakan dana kekayaan nasional guna berinvestasi di industri hijau dan pekerjaan masa depan.

“Kami menghapus larangan energi angin darat, berkomitmen untuk tidak mengeluarkan lisensi baru minyak dan gas di Laut Utara, dan menutup pembangkit listrik tenaga batu bara terakhir di Inggris pada akhir September, menjadi ekonomi G7 pertama yang menghentikan tenaga batu bara sesuai kesepakatan internasional di COP28 untuk beralih dari bahan bakar fosil,” tambahnya.

Starmer menegaskan bahwa target ambisius Inggris adalah menjadi ekonomi utama pertama yang mencapai tenaga bersih pada tahun 2030, dengan target pengurangan semua emisi gas rumah kaca sebesar setidaknya 81 persen dari level tahun 1990 pada tahun 2035.

PM Inggris itu juga mendorong semua pihak untuk menetapkan target ambisius mereka sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, PM Spanyol Pedro Sanchez mengingatkan tentang krisis cuaca ekstrem baru-baru ini di negaranya, di mana banjir besar menghancurkan provinsi Valencia dan menewaskan setidaknya 222 orang.

Seraya menyebut banjir mematikan tersebut sebagai “salah satu bencana iklim terbesar” dalam sejarah Spanyol, Sanchez mengatakan bahwa dirinya hadir di COP29 untuk menyampaikan pesan yang tegas bahwa “perubahan iklim itu mematikan.”

“Apa yang terjadi di Valencia bukanlah kejadian yang terisolasi, hal itu terjadi setiap hari di setiap sudut dunia," ujar Sanchez

"Kita tidak bisa menutup mata, kita harus bertindak,” tegasnya.

Sanchez memperingatkan bahwa bencana semacam ini akan semakin sering dan intensif selama konsumsi bahan bakar fosil terus berlanjut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

ASDP dan Pemprov Jatim Percepat Transformasi Pelabuhan Ketapang Dukung Konektivitas Nasional

Pedagang Buah Diduga Diintimidasi Oknum Polisi, Polres Jaktim Turun Tangan.

Titiek Soeharto: Revitalisasi Gudang Bulog Tingkatkan Kapasitas Simpan Beras Nasional.

Dorong Efisiensi Logistik, Kemenhub Dukung Penuh Green and Smart Port Initiatives

Masalah Pupuk Bersubsidi, Menko Pangan Jamin Tetap Aman untuk Petani

Sampah Organik Dilarang Masuk TPA Tamangapa, DLH Makassar Bidik Pengurangan 50 Persen.

Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Mengkhawatirkan, Pemkab Tangerang Kerahkan 50 Tenaga Medis.

Perilaku Manusia Harus Diubah Jika Ingin Bebas Sampah

Masuki Hari ke-4, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Juga Padam, KLH Terjunkan 30 Personel Manggala Agni Bantu Pemadaman

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Warga Diminta Tenang dan Waspada

Stok Melimpah di Pasar Induk Bikin Harga Cabai dan Bawang di Pasar Kopro Jakbar Turun

Dirut PT Pos Indonesia Daud Joseph Mengundurkan Diri, Danantara Buka Suara

Jakarta X Beauty Diapresiasi Menekraf untuk Dorong Industri Kecantikan Tembus Pasar Global

Peringati Hari Lahir Pancasila, Malahayati Nusantara Raya dan Pemuda Pancasila Bantul Gelar Pengajian Kebangsaan

Eropa Paling Banyak Membantu Ukraina dalam Perang Melawan Russia, Lalu Mengapa Ada Wanita Ukraina Mengebom Monako?

Jelang Pernikahan, Taylor Swift dan Travis Kelce Donasikan Rp467 Miliar ke Sejumlah Badan Amal

Kabar Baik! Pengemudi Ojol Dapat KPR Rumah Subsidi DP 0 Persen dari BP Tapera, Simak Persyaratannya Disini!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.