Perusahaan Makanan Menjual Produk yang Kurang Sehat di Negara-negara Miskin

Jumat, 08 Nov 2024, 00:02 WIB

LONDON – Menurut sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh Access to Nutrition Initiative (Atni), yang pertama sejak 2021, perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, rata-rata telah menjual produk yang kurang sehat di negara-negara berpenghasilan rendah dibandingkan di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Dikutip dari The Straits Times, produk yang dijual oleh perusahaan, termasuk Nestle, PepsiCo, dan Unilever, dinilai sebagai bagian dari indeks global

Ket. Foto: Ilustrasi - Makanan kemasan semakin berperan dalam krisis obesitas yang kini menjadi fenomena global. — Sumber: Istimewa

Kelompok nirlaba tersebut menemukan di 30 perusahaan, produk yang dijual di negara-negara berpenghasilan rendah mendapat skor lebih rendah pada sistem pemeringkatan bintang, yang dikembangkan di Australia dan Selandia Baru, dibandingkan dengan produk yang dijual di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Dalam sistem Peringkat Bintang Kesehatan, produk diberi peringkat dari lima berdasarkan kesehatannya, dengan lima sebagai yang terbaik, dan skor di atas 3,5 dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat.

Di negara-negara berpendapatan rendah, portofolio perusahaan multinasional mendapat nilai 1,8 pada sistem tersebut. Di negara-negara berpendapatan tinggi, tempat lebih banyak produk diuji, nilai portofolionya adalah 2,3.

"Gambaran yang sangat jelas adalah bahwa apa yang dijual perusahaan-perusahaan ini di negara-negara termiskin di dunia, tempat mereka semakin aktif, bukanlah produk yang sehat," kata Mark Wijne, direktur penelitian di Atni.

“Ini merupakan peringatan bagi pemerintah di negara-negara tersebut untuk lebih waspada,” tambahnya.

Ini adalah pertama kalinya indeks membagi penilaian menjadi negara berpendapatan rendah dan tinggi.

Atni mengatakan indeks ini penting karena makanan kemasan semakin berperan dalam krisis obesitas yang sekarang menjadi fenomena global.

Lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia hidup dengan obesitas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Bank Dunia memperkirakan bahwa 70 persen orang yang kelebihan berat badan atau obesitas tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan penjualan makanan bergizi, serta mengarahkan masyarakat ke pola makan yang lebih seimbang," kata juru bicara Nestle melalui email, seraya menambahkan bahwa Nestle juga memperkaya produk untuk membantu menutup kesenjangan gizi di negara-negara berkembang.

Juru bicara PepsiCo menolak berkomentar. Perusahaan tersebut pada tahun 2023 menetapkan target baru untuk menurunkan kadar natrium dalam keripik kentangnya dan menambahkan bahan-bahan seperti biji-bijian utuh ke dalam makanannya. 

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.