Kesadaran Warga Pilih Pangan Aman dan Sehat Meningkat

Jumat, 08 Nov 2024, 01:15 WIB

JAKARTA – Kesadaran masyarakat untuk memilih mengonsumsi pangan yang aman dan sehat dengan kandungan gizi lengkap saat ini telah meningkat.

"Sekarang, kita lihat tren kesadaran masyarakat untuk memilih makanan yang aman dan sehat itu semakin naik," kata akademisi dari Universitas Airlangga (Unair), Annis Catur Adi, pada acara Forum Komunikasi Lintas Sektor Produk Inovasi di bidang Pangan yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (7/11).

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/SISWOWIDODO

Seperti dikutip dari Antara, Annis mengatakan kesadaran itu semakin umum karena kekhawatiran risiko masalah kesehatan akibat pangan yang tidak aman serta rendah gizi. Selain itu, faktor pendorong peningkatan kesadaran pangan aman di kalangan masyarakat adalah meningkatnya permintaan terhadap pangan fungsional.

"Salah satu faktornya kita bisa lihat dari kebutuhan atau demand  terhadap functional food," kata Annis.

Oleh karena itu,Annis mengingatkan pemenuhan gizi dari asupan pangan tidak cukup hanya berasal dari pangan yang bernutrisi lengkap, tetapi juga aman dari cemaran berbahaya. "Keamanan (pangan) nomor satu, tidak ada artinya kalau makanan yang tidak aman meskipun zat gizinya yang optimal," kata Annis.

Berperan Penting

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan sinergi dan kerja sama pentahelix yang terdiri dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, media, dan akademisi berperan penting dalam menjaga keamanan pangan yang sehat dikonsumsi.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM, Ema Setyawati, mengatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga pangan yang sehat dan aman hingga tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, perlu sinergi berbagai pihak dalam menjaga keamanan pangan hingga ke tingkat masyarakat.

Ema menekankan ketahanan pangan tidak akan terwujud apabila keamanan pangan tidak diperhatikan. Selain penyediaan pangan yang cukup, beragam, dan bergizi, keamanan pangan dari unsur cemaran, baik kimiawi, biologis, maupun benda berbahaya lainnya juga penting untuk dijaga. 

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.