Kemendiktisaintek Sebut Pemerintah Fokus untuk Menambah Talenta Digital

Jumat, 08 Nov 2024, 00:10 WIB

Jakarta - Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Beny Bandanadjaja menyatakan bahwa meningkatkan jumlah talenta digital menjadi salah satu fokus program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Mengembangkan atau menambah jumlah talenta digital yang dapat menjadi keuntungan Indonesia di masa depan adalah salah satu arahan dari Presiden kita yang baru, Pak Prabowo, terkait aspek digitalisasi,” katanya di Jakarta, Kamis.

Ia menyatakan saat ini para pekerja dengan kemampuan programming, machine learning, dan decoding banyak diminati oleh industri.

Selain sebagai pekerja di industri, ia mengatakan, orang-orang yang memiliki kemampuan tersebut juga dapat mengembangkan karier mereka secara mandiri sebagai programmer berstatus pekerja lepas.

“Artinya, kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan tidak hanya dari perusahaan yang membutuhkan talenta tersebut, tapi juga dapat mengembangkan talenta tersebut secara mandiri dengan mencari proyek-proyek dari berbagai sumber (perusahaan),” ujar dia.

Melihat tingginya kebutuhan atas talenta digital tersebut, PT Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation kembali menyelenggarakan Coding Camp powered by DBS Foundation bekerja sama dengan Kemendiktisaintek dan Dicoding Indonesia pada tahun depan.

Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menuturkan bahwa program tersebut adalah inisiatif DBS Foundation yang bertujuan memperluas akses literasi digital bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Melalui program tersebut, pihaknya berharap, dapat memberdayakan generasi muda dengan keterampilan digital yang relevan dan siap pakai.

“Ini adalah langkah penting untuk mencetak talenta masa depan yang siap bersaing di era teknologi atau future-ready dan akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya,” ucapnya.

Founder & CEO Dicoding Indonesia Narenda Wicaksono menyatakan program tersebut menawarkan pelatihan front-end & back-end maupun machine mearning yang dapat dikonversi menjadi 900 jam pembelajaran atau 20 SKS sepanjang satu semester bagi para mahasiswa yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Jelas program (Coding Camp powered by DBS Foundation) ini sangat mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka karena program ini berjalan melalui payung dari Kampus Merdeka,” katanya.

Program tersebut, katanya, ditargetkan untuk memberikan pelatihan teknologi informasi, komunikasi dan berjejaring, personal branding, persiapan wawancara kerja, kecakapan Bahasa Inggris, serta literasi keuangan bagi 6.000 peserta selama periode pelatihan pada 2025-2026.

Kelompok masyarakat yang diprioritaskan untuk menerima program pelatihan tersebut adalah mahasiswa program D3 dan D4, pelajar SMK, kelompok disabilitas, perempuan, pendidik, serta masyarakat berpenghasilan rendah, sebagai upaya untuk meningkatkan kesetaraan pada sektor teknologi informasi.

Ia mengatakan program pelatihan tersebut tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan hard skills maupun soft skills para peserta, tetapi juga membantu para peserta untuk diterima di dunia kerja.

“Jadi, nanti di sini kami juga ada internship connector, kami juga salurkan para peserta program ke 500 ribu perusahaan yang sudah menjadi partner kami,” katanya.

Selama hampir dua tahun berjalan, Coding Camp powered by DBS Foundation telah memberikan pembelajaran teknologi yang inklusif. Program ini telah merangkul 26 ribu perempuan, 946 penyandang disabilitas, dan lebih dari 22 ribu peserta dari keluarga pra-sejahtera.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.