Militer Filipina Latihan Rebut Pulau di LTS

Rabu, 06 Nov 2024, 02:59 WIB

MANILA - Militer Filipina pada Senin (4/11) memulai latihan tempur selama dua pekan yang akan mencakup latihan perebutan sebuah pulau di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan dan kemungkinan latihan militer itu akan mengundang kecaman dari Tiongkok.

Lebih dari 3.000 personel angkatan darat, laut, dan udara Filipina akan ambil bagian dalam manuver tersebut, yang menurut pejabat militer Filipina tidak ditujukan terhadap negara mana pun.

Ket. Foto: Latihan Militer l ­Tentara marinir Filipina beraksi saat latihan tempur perebutan sebuah pulau di San Antonio, sebuah kota pesisir yang menghadap ke LTS di Provinsi Zambales pada Oktober 2018 lalu. Pada Senin (4/11), — Sumber: AFP/TED ALJIBE

Tiongkok telah memperluas kekuatan militernya dengan cepat dan menjadi semakin berani dalam menyatakan klaim teritorial di LTS, yang hampir seluruhnya diklaim oleh Beijing. Ketegangan tersebut telah menyebabkan konfrontasi yang lebih sering, terutama dengan Filipina dan Vietnam, meskipun sengketa teritorial yang sudah berlangsung lama tersebut juga melibatkan Malaysia, Indonesia, Brunei, dan Taiwan.

“Misi kami hari ini sangat jelas yaitu untuk mempersiapkan diri secara komprehensif guna menanggapi setiap ancaman eksternal yang mungkin menantang kedaulatan kami,” kata pemimpin Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo Brawner Jr, dalam upacara pembukaan latihan tersebut.

“Latihan tersebut akan mencakup latihan tembak langsung menggunakan artileri dan senapan serbu serta latihan pendaratan di pantai. Di LTS, pasukan Filipina akan melakukan simulasi perebutan kendali sebuah pulau,” kata Kolonel Angkatan Darat Filipina, Michael Logico, kepada wartawan tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Ketika ditanya bagaimana reaksi Tiongkok, Logico mengatakan ia memperkirakan pasukan Tiongkok akan melakukan pengawasan dari jarak jauh tetapi menambahkan mereka kemungkinan tidak akan melakukan tindakan bermusuhan.

“Mereka berada di garis depan latihan ini. Mereka akan mengawasi dan kami tidak keberatan,” kata Logico.

Tiongkok sebelumnya selalu menentang latihan tempur semacam itu di LTS, terutama jika melibatkan pasukan Amerika dan sekutu.

Pemerintahan AS pimpinan Presiden Joe  Biden telah bergerak untuk memperkuat aliansi militer di Indo-Pasifik guna melawan Tiongkok dengan lebih baik, termasuk dalam setiap konfrontasi pada masa mendatang terkait dengan Taiwan. Langkah-langkah AS tersebut sejalan dengan upaya Filipina untuk memperkuat pertahanan teritorialnya di tengah pertikaian yang telah berlangsung lama, terutama dengan Tiongkok di LTS.

Wacana Keamanan

Sementara itu Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, dalam sebuah forum keamanan di Manila pada Selasa (5/11) menyatakan bahwa wacana pengelompokan keamanan di Asia tenggara yang serupa dengan NATO, saat ini tidak mungkin dilakukan mengingat adanya perbedaan kepentingan dan aliansi di kawasan tersebut.

Ketika ditanya tentang prospek aliansi NATO di Asia tenggara, Teodoro mengatakan dalam sebuah forum keamanan bahwa dikotomi dan perbedaan kepentingan negara yang kompleks di Asean akan membuat pembentukan aliansi militer yang bersatu menjadi sulit.

Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, sebelum menjabat, telah melontarkan gagasan pembentukan NATO Asia. Menteri luar negeri Jepang kemudian mengatakan gagasan tersebut tidak ditujukan untuk melawan negara tertentu, ketika ditanya apakah gagasan itu ditujukan kepada Tiongkok.

Menhan Teodoro mengatakan bahwa ia lebih suka Asean mengakui bahwa Tiongkok telah bertindak melewati batas di LTS. “Mengakui beberapa prinsip atau beberapa reaksi terkait aktivitas ekspansif dan aktivitas ilegal Tiongkok di LTS merupakan langkah awal yang sangat baik dan itulah yang harus kita upayakan,” kata Teodoro. ST/AP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.