BRIN Rekomendasikan Konsep Green City untuk Jaga Ekosistem Perkotaan
Selasa, 05 Nov 2024, 13:55 WIBJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merekomendasikan konsep pembangunan Green City atau Kota Hijau guna menjamin keberlanjutan ekosistem di kawasan perkotaan yang telah semakin berkembang karena hasil pemekaran wilayah.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN, Hendra Gunawan, menjelaskan green city memiliki beberapa karakteristik yaitu adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta memiliki program perlindungan dan peningkatan keanekaragaman hayati.
"Dukungan masyarakat dan swasta dalam mendorong ekonomi lokal berkelanjutan juga menjadi salah satu karakteristik sebuah kota berkelanjutan atau green city,â kata Hendra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/11).
Selain itu green city memiliki rencana tata ruang wilayah yang terpadu dengan konservasi keanekaragaman hayati, transportasi ramah lingkungan, efisiensi sumber daya seperti energi dan air, pengurangan jejak karbon atau emisi gas rumah kaca, pengurangan pencemaran atau limbah, serta infrastruktur hijau.
Oleh karena itu Hendra menekankan pentingnya infrastruktur hijau dan perilaku ramah lingkungan masyarakatnya, dimana hal tersebut dapat diwujudkan lewat dukungan berbagai pihak.
Ia mencontohkan beberapa RTH ramah keanekaragaman hayati perkotaan yang berhasil dibangun lewat kerja sama dengan mitra, seperti hutan kota berkonsep keanekaragaman, taman keanekaragaman hayati, dan arboretum.
Salah satunya Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Unilak yang merupakan hasil kerja sama BRIN dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Riau.
"Area seluas 11,02 hektare ini berada di tengah kampus Unilak dan berhasil meraih rekor MURI sebagai Taman Kehati pertama yang mengonservasi ekosistem hutan rawa Sumatra,â ungkap dia.
Hendra meyakini Taman Kehati adalah pilihan terbaik RTH ramah keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan. Menurut dia, Taman Kehati sebagai sarana edukasi dan penelitian juga dapat dikembangkan menjadi fungsi ekowisata yang bernilai ekonomi.
"Selain itu Taman Kehati dapat dikelola swasta maupun perorangan, selain pemerintah dan perguruan tinggi,â kata dia. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Inovasi dan Terobosan untuk Komoditas Cabai
-
Fujimori dan Sanchez Bersaing Ketat
-
HJB ke-544 Kota Bogor Siap Digelar, Ada Museum Pajajaran hingga Sunatan Massal 544 Anak
-
Kembali ke Estadio Azteca Setelah 40 Tahun, Hugo Broos Bidik Akhir Indah Bersama Timnas Afrika Selatan
-
Inovasi BRIN Dorong Energi Hidrogen Bersih
-
Menanti Data Inflasi, 2 Juni 2026
-
Kepanikan di Teluk: Kuwait Ambil Langkah Darurat Tutup Kembali Wilayah Udara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.