Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Mpox di Afrika Melonjak Lebih 500 Persen

📅 Senin, 04 Nov 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Mpox di Afrika Melonjak Lebih 500 Persen Doc: ANTARA/Xinhua/Alain Uyakani
Ket. Pasien yang tertular mpox dan keluarganya terlihat di pusat pengobatan mpox di pinggiran Bukavu, provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo (DRC), baru-baru ini.

ADDIS ABABA - Kasus terkonfirmasi mpox di Afrika tahun ini melonjak lebih dari 500 persen dibandingkan dengan total keseluruhan pada 2023, dengan 19 negara terdampak, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Afrika.

Dalam konferensi pers daring pada hari Kamis (31/10) malam waktu setempat, Ngashi Ngongo, kepala staf sekaligus kepala kantor eksekutif di CDC Afrika, mengatakan sejak awal tahun ini, Afrika telah melaporkan 48.093 kasus mpox, dengan 10.372 kasus terkonfirmasi dan lebih dari 1.048 kasus kematian.

"Ketika kami membandingkan (kasus terkonfirmasi yang dilaporkan tahun ini) dengan keseluruhan 2023, itu adalah peningkatan lebih dari 500 persen," ujar Ngongo, seraya menambahkan situasinya belum terkendali. Secara umum, kami masih berada dalam tren kenaikan.

Seperti dikutip dari Antara, Mauritius menjadi negara Afrika terbaru yang melaporkan kasus mpox, sehingga total negara yang terdampak menjadi 19.

Paling Terdampak

Ngongo mengatakan data dari CDC Afrika juga menunjukkan wilayah Afrika Tengah merupakan wilayah yang paling terdampak wabah ini, dengan menyumbang 85,7 persen dari total kasus yang dilaporkan dan 99,5 persen dari total kasus kematian.

Pada pekan lalu, Benua Afrika melaporkan 2.766 kasus baru, dengan 1.254 kasus terkonfirmasi, serta 34 kasus kematian baru. Ngongo mengatakan Republik Demokratik (RD) Kongo dan Burundi menyumbang 94 persen dari semua kasus terkonfirmasi baru.

Badan kesehatan khusus Uni Afrika (UA) juga menyatakan kekhawatiran atas peningkatan kasus mpox di Liberia dan Uganda baru-baru ini. Menurut Ngongo, beberapa faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyebaran mpox yang cepat di Uganda terkait dengan penularan lintas batas dan seksual virus tersebut.

Mpox, yang dikenal sebagai cacar monyet, kali pertama terdeteksi pada monyet laboratorium pada 1958. Mpox merupakan penyakit virus langka yang biasanya menular melalui cairan tubuh, percikan pernapasan, dan benda yang terkontaminasi lainnya. Infeksi mpox biasanya menyebabkan demam, ruam, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Pada pertengahan Agustus, CDC Afrika menyatakan wabah mpox yang sedang merebak di Afrika tersebut sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Mengancam Keamanan Benua (Public Health Emergency of Continental Security/PHECS).

Tak lama setelah itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan mpox sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC), mengaktifkan peringatan global level tertinggi untuk mpox, kali kedua dalam dua tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Megapolitan
Minggu Sore Hujan Mengintai...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.