Korea Utara akan Dukung Russia Raih Kemenangan

Sabtu, 02 Nov 2024, 02:59 WIB

MOSKWA - Korea Utara (Korut) menyatakan akan mendukung Russia untuk meraih kemenangan dalam perang di Ukraina. Hal itu diucapkan oleh Menteri Luar Negeri Korut di Moskwa pada Jumat (1/11) di tengah meningkatnya kekhawatiran Pyongyang akan terlibat dalam konflik di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son-hui, membuat pernyataan tersebut setelah berunding dengan mitranya dari Russia, Sergei Lavrov, di Moskwa. Ia berada di Moskwa saat Barat mengatakan ribuan tentara Korut berada di Russia dan kemungkinan akan diterjunkan di Ukraina.

Ket. Foto: Pertemuan di Moskwa l Menlu Korut, Choe Son-hui (tengah) didampingi Menlu Russia, Sergei Lavrov, pada sebuah acara di Moskwa pada Jumat (1/11). Saat berunding dengan Menlu Russia, Menlu Choe menegaskan bahwa Korut akan mendukung Russia untuk meraih kemenangan dalam perang di Ukraina. — Sumber: AFP/RUSSIAN FOREIGN MINISTRY

"Kami ulangi bahwa kami akan selalu berdiri teguh di samping kawan-kawan Russia kami hingga hari kemenangan," kata Menlu Choe. "Kami tidak ragu sama sekali bahwa di bawah kepemimpinan bijaksana Presiden Russia yang terhormat, Vladimir Putin, tentara dan rakyat Russia niscaya akan meraih kemenangan besar dalam perjuangan suci mereka untuk mempertahankan hak kedaulatan dan keamanan negara mereka," imbuh dia.

Menlu Choe juga berjanji di Moskwa bahwa negaranya tidak akan menyerah dalam memajukan program nuklirnya dan menuduh Barat telah meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea. Pernyataan itu dilontarkan sehari setelah Pyongyang mengatakan pihaknya telah menguji coba salah satu misil terbaru dan terkuatnya untuk meningkatkan pencegah nuklirnya.

"Sekali lagi saya meyakinkan Anda bahwa negara kami tidak akan mengubah arah dalam upaya penguatan kekuatan nuklirnya," kata Choe. "Situasi keamanan negara kita berada dalam kondisi yang sangat berbahaya dan tidak stabil karena intrik Amerika Serikat (AS) dan negara satelitnya. Situasi di Semenanjung Korea dapat menjadi eksplosif kapan saja," imbuh dia.

Sementara itu Menlu Lavrov memuji hubungan erat antara tentara dan dinas khusus kedua negara setelah Moskwa menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Pyongyang musim panas ini.

"Hubungan yang sangat erat telah terjalin antara militer dan dinas khusus kedua negara. Hal ini juga akan memungkinkan tercapainya tujuan keamanan yang penting bagi warga negara kami dan warga negara Anda," ucap Lavrov.

Selama pertemuan tersebut, tidak satu pun dari kedua menteri luar negeri tersebut menyinggung laporan Barat tentang penempatan pasukan Korut di Russia. Russia telah berupaya memperdalam hubungannya dengan Korut sejak mengirim pasukan ke Ukraina.

Pernyataan Zelenskyy

Sementara itu kantor berita KBS pada Jumat menulis bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy menyatakan ada sebagian besar buruh Korut akan dikirim ke Russia bersama pasukan urusan teknis untuk bekerja di fasilitas produksi drone Shahid yang disuguhkan oleh pemerintah Iran ke Russia.

Dalam sesi wawancara dengan KBS yang berlangsung di Ukraina pada pertengahan pekan ini, Presiden Zelenskyy mengatakan bahwa Korut mendapatkan teknologi produksi drone sebagai imbalan atas pengiriman pasukan Korut ke Russia.

Ditambahkan pula bahwa terdapat fasilitas produksi drone Shahid di Russia, dimana para buruh Korut akan bekerja di pabrik tersebut untuk produksi pesawat nirawak itu.

Shahid adalah drone bunuh diri yang dikembangkan oleh Iran dan mampu terbang sejauh ratusan kilometer. Russia diketahui sering menggunakan drone tersebut ketika menyerang fasilitas militer Ukraina.

Akibatnya, apabila Korut mampu memproduksi drone tersebut dalam jumlah besar melalui teknologi produksi yang diambil oleh Russia, maka hal itu akan turut mengancam keamanan Korea Selatan (Korsel).

Sedangkan Korsel mengatakan bahwa pengerahan pasukan Korut ke Russia dapat meningkatkan ancaman keamanan di Semenanjung Korea dan Pyongyang kemungkinan akan meminta transfer teknologi Russia untuk membantu program persenjataannya. AFP/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.