Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dukung BGN Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

📅 Jumat, 01 Nov 2024, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Dukung BGN Jalankan Program Makan Bergizi Gratis Doc: Koran Jakarta/M Fachri
Ket. raker Program kerja I Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana (kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10). Rapat tersebut mendengarkan penjelasan Kepala BGN terkait mengenai Visi dan Misi Presiden Bidang Gizi Nasional.

JAKARTA - Komisi IX DPR RI menyatakan mendukung sepenuhnya Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Komisi IX mendukung program dan kegiatan Badan Gizi Nasional,"kata Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10).

Dukungan tersebut merupakan salah satu poin kesimpulan Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.

Sejalan dengan dukungan itu, demi menyukseskan implementasi program Makan Bergizi Gratis, Komisi IX DPR RI memberikan sejumlah catatan kepada Badan Gizi Nasional.

Di antaranya adalah Komisi IX mendesak badan tersebut untuk ke depannya menyampaikan rincian program Makan Bergizi Gratis. Komisi IX juga mendesak Badan Gizi Nasional untuk merumuskan indikator keberhasilan pelaksanaan program tersebut, seperti penambahan berat atau tinggi badan peserta program yang terdiri atas anak-anak dan ibu hamil itu.

"Komisi IX juga meminta BGN untuk menyampaikan rincian anggaran termasuk apabila ada sumber pembiayaan lainnya untuk 2025 setelah struktur organisasi dan tata kelola Badan Gizi Nasional telah ditetapkan," ucap Felly.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyampaikan harapannya agar implementasi program tersebut benar-benar dapat membantu mewujudkan target Indonesia menjadi negara maju atau Indonesia Emas 2045.

"Harapan kami tentunya dengan pemerintahan yang baru akan dibentuk nanti, pemerintah bisa fokus memperbaiki kondisi gizi anak-anak Indonesia, membangun manusia Indonesia sehingga sumber daya manusia Indonesia bisa siap untuk menghadapi Indonesia Emas 2045," kata Charles.

Diketahui, program Makan Bergizi Gratis akan menyasar 82,9 juta jiwa. Badan Gizi Nasional pun telah menetapkan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi menjadi pemasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis. Lalu, mereka juga akan membentuk satuan pelayanan gizi (SP).

SP itu akan menyebar ke seluruh desa dan kelurahan dengan skala pelayanan yakni 1 banding 3 ribu jiwa atau 1 satuan pelayanan gizi melayani tiga ribu jiwa yang di dalamnya yang mencakup siswa dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA, ibu hamil dan menyusui, serta balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.